Aug 23, 2022 10:21 Asia/Jakarta
  • Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, Komandan Pasukan Dirgantara, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)
    Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, Komandan Pasukan Dirgantara, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)

Komandan Pasukan Dirgantara, Korps Garda Revolusi Islam mengatakan, "Di masa lalu, kami tidak memiliki kekuatan militer seperti yang kami miliki saat ini. Sekarang kami mengekspor rudal dan drone."

Kemajuan drone Republik Islam Iran dalam beberapa dekade terakhir selalu mengesankan. Karena terjadinya konflik regional, drone Iran telah menunjukkan nilai tinggi mereka di bidang pengawasan dan identifikasi, penargetan, dan implementasi operasi ofensif di berbagai medan perang kawasan.

Republik Islam Iran kini menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang memiliki tren progresif di bidang perancangan, pengembangan, dan pembuatan berbagai jenis UAV.

Drone Iran

Dalam hal ini dan menurut laporan IRIB, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, Komandan Pasukan Dirgantara, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), pada hari Senin (22/08/2022), melakukan pertemuan dengan para pejabat dan mahasiswa Universitas Ferdowsi Mashad, Provinsi Khorasan Razavi (Iran Timur Laut).

Menurutnya, "Selama bertahun-tahun kami telah menyaksikan perang hibrida dari musuh."

"Barat mengatakan bahwa negosiasi rudal dan drone lebih penting daripada masalah nuklir Iran. Masalah ini bukan kebetulan dan hanya didasarkan pada mengandalkan kekuatan internal dan pengetahuan yang telah dicapai Iran," ungkap Hajizadeh.

Brigjen Hajizadeh kemudian menjelaskan ciri-ciri kepribadian Syahid Qassem Soleimani dan menyatakan, "Syahid Soleimani percaya pada perlawanan, jihad dan keteguhan."(sl)

Tags