Sep 10, 2022 17:42 Asia/Jakarta
  • Presiden Raisi dan Muhammad Syarifuddin
    Presiden Raisi dan Muhammad Syarifuddin

Perkembangan di Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting seperti, Iran menjadi tuan rumah kunjungan Ketua MA Indonesia, Muhammad Syarifuddin.

Selain itu, masih ada isu lain seperti Albania Putus Hubungan dengan Tehran, Ini Tanggapan Kemlu Iran, Kamalvandi: Program Nuklir Damai Iran Paling Transparan ! Ini Tanggapan Kemlu Iran terhadap Sanksi Baru AS, Eslami: Kami Berencana Ubah Iran Kutub Desain dan Konstruksi PLTN.

Raisi: Iran Serius Kembangkan Hubungan Penuh dengan Indonesia

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi saat bertemu dengan Ketua Mahkamah Agung (MA) Indonesia, Muhammad Syarifuddin menyebut tekad Tehran untuk mengembangkan hubungan dengan Jakarta di semua sektor serius.

Iran-Indonesia

Seperti dilaporkan Pusat Penerangan Kepresidenan iran, Sayid Ebrahim Raisi saat bertemu dengan Muhammad Syarifuddin di Tehran menilai hubungan kedua negara bersahabat dan terus meningkat serta mengatakan, level hubungan kedua negara saat ini belum sesuai dengan kapasitas yang dimiliki Tehran dan Jakarta.

"Hubungan baik Tehran-Jakarta di berbagai sektor dapat berujung pada perluasan kerja sama konstruktif kedua negara di tingkat regional dan internasional," papar Raisi.

Presiden Iran juga merujuk pendekatan aktif Indonesia di organisasi-organisasi internasional dan menekankan pengokohan kerja sama kedua negara di berbagai lembaga dan forum internasional sebagai salah satu peluang kerja sama Tehran-Jakarta.

"Saat ini sistem hegemoni melakukan penindasan terbesar di dunia atas nama membela HAM, khususnya terhadap umat Muslim, dan sikap bersama para ahli hukum bebas dunia melawan penindasan yang jelas dari sistem dominasi ini dapat efektif dalam mengubah situasi hak asasi manusia di dunia," ungkap Presiden Raisi.

Sementara itu, Muhammad Syarifuddin di pertemuan ini seraya mengungkapkan kepuasannya atas kunjungan ke Iran dan pertemuan dengan Presiden Raisi, menyebut hubungan kedua negara bersahabat, hangat dan terus meningkat.

Ketua Mahkamah Agung Indonesia seraya mengungkapkan minat negaranya untuk meningkatkan level interaksi kedua negara di berbagai sektor, mengharapkan kerja sama dan pemanfaatan pengalaman Republik Islam Iran di sektor teknologi yang berkaitan dengan hukum dan peradilan.

Muhammad Syarifuddin yang berkunjung ke Iran bersama rombongan, sebelumnya bertemu dengan Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i.

Urgensi Kembangkan Diplomasi Yudisial antara Iran dan Indonesia

Ketua Mahkamah Agung Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i menekankan perluasan hubungan Tehran dan Jakarta di berbagai bidang termasuk pengembangan diplomasi yudisial dan transfer pengalaman hukum dan yudisial.

Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i dan Muhammad Syarifuddin

Menurut laporan IRNA, Hujjatul Islam wal Muslimin Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i di pertemuan dengan Ketua Mahkamah Agung (MA) Indonesia, Muhammad Syarifuddin di Tehran seraya merujuk pada kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir di bidang hukum dan peradilan kedua negara, serta di bidang budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, ia berharap langkah-langkah yang terkait dengan implementasi penuh dari perjanjian-perjanjian tersebut akan diselesaikan secepatnya.

Mohseni-Eje'i juga mengisyaratkan kejahatan beberapa dekade Zionis terhadap rakyat Palestina dan menjelaskan, seluruh umat Muslim memiliki kewajiban dihadapan kezaliman terhadap muslim lain.

Sementara itu, Ketua MA Indonesia, Muhammad Syarifuddin di pertemuan ini mengatakan, seiring dengan berkembangnya hubungan antara Iran dan Indonesia di berbagai bidang dalam beberapa tahun terakhir, tidak menutup kemungkinan juga untuk mengembangkan hubungan di bidang pemindahan narapidana dan interaksi lainnya serta bantuan peradilan.

Syarifuddin seraya memuji kemajuan sistem peradilan Republik Islam Iran dalam pengembangan kecerdasan urusan peradilan dan penggunaan kapasitas berbasis pengetahuan dalam masalah keadilan, mengundang Hujjatul Islam wal Muslimin Mohseni-Ejei untuk mengunjungi Indonesia.

Albania Putus Hubungan dengan Tehran, Ini Tanggapan Kemlu Iran

Kementerian Luar Negeri Iran memandang keputusan Albania untuk memutuskan hubungan politik dengan Tehran berdasarkan klaim tak berdasar yang tidak dipertimbangkan dengan baik dan sempit dalam hubungan internasional.

Pada hari Rabu, Perdana Menteri Albania Edi Rama mengklaim bahwa Iran baru-baru ini melakukan serangan dunia maya di negaranya, dan mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran. Ia juga meminta diplomat Iran untuk meninggalkan Albania.

Iran-Albania

Kementerian Luar Negeri Iran hari Rabu (7/9/2022) menanggapi tindakan anti-Iran pemerintah Albania, dengan mengatakan, "Sebagai salah satu negara yang menjadi sasaran serangan siber terhadap infrastruktur kritisnya, Republik Islam Iran menolak dan mengutuk setiap penggunaan ruang siber sebagai alat untuk menyerang infrastruktur kritis negara lain,".

Kementerian Luar Negeri Iran membantah klaim yang tidak terbukti perdana menteri Albania terhadap Republik Islam Iran.

"Jenis tindakan dan peran yang dimainkan oleh pihak ketiga dalam membuat dan membayar klaim terhadap Republik Islam Iran menunjukkan pengaruh negara-negara pendukung terorisme," kata pernyataan kemenlu Iran.

Setelah pengumuman keputusan pemerintah Albania terhadap Iran, Amerika Serikat segera mengeluarkan keputusan bersama dengan sambutan media-media Zionis yang menunjukkan adanya plot yang telah dirancang sebelumnya untuk menciptakan suasana politik melawan Republik Islam.

Albania selama ini menjadi basis kelompok teroris MKO. Albania juga sebelumnya telah mengusir dua diplomat Iran, termasuk duta besar Iran, Gholam Mohsin Mohammadnia atas tuduhan palsu membahayakan keamanan negara.

Sejak itu, kedutaan Iran di Albania dikelola di tingkat kuasa usaha.

Pada tahun 2013, pemerintah Amerika memaksa Albania untuk menerima anggota kelompok teroris, MKO sebagai pengungsi.

Setelah pembongkaran kamp mereka di Irak, lebih dari dua ribu anggota kelompok teroris MKO dipindahkan ke Albania dan ditempatkan di negara ini.

Setiap tahun, kelompok teroris ini mengadakan pertemuan dengan sekelompok pendukungnya yang disewa dan kehadiran beberapa pejabat Amerika.

Kamalvandi: Program Nuklir Damai Iran Paling Transparan !

Juru Bicara Badan Energi Atom Iran (AEOI) menanggapi laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dengan menekankan bahwa pembentukan kembali sistem verifikasi sebelumnya mengharuskan para pihak dalam JCPOA memenuhi kewajiban mereka, dan sejauh ini nuklir damai Iran menjadi program yang paling transparan.

Badan Energi Atom Internasional baru-baru ini menerbitkan dua laporan untuk anggota Dewan Gubernur yang mengulangi klaimnya bahwa persediaan uranium yang diperkaya Iran saat ini 19 kali lipat dari  batas yang ditetapkan JCPOA.

Behrouz Kamalvandi, Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran

Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional dalam laporan terbarunya mengklaim bahwa cadangan uranium Iran telah mencapai 3.940 kilogram.

Behrouz Kamalvandi, Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran hari Kamis (8/9/2022) menyinggung laporan Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, dengan mengatakan,"Isi laporan triwulanan Direktur Jenderal IAEA merupakan pengulangan dari kasus-kasus sebelumnya yang tidak berdasar dengan tujuan politik dan tidak ada gunanya. Tidak ada yang baru kecuali bermain dengan frase untuk tujuan tertentu,".

"Sebagaimana dalam laporan sebelumnya, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk IAEA akan memberikan jawaban yang sah dan beralasan atas laporan terbaru Direktur Jenderal dalam pertemuan Dewan Gubernur pekan depan," ujar Kamalvandi.

"Beberapa media internasional melakukan distorsi, penafsiran, dan pemilahan berita sesuai keinginan mereka, sehingga frasa yang sengaja dibuat oleh Dirjen IAEA menjadi kabur dan penuh dengan detail yang tidak perlu. Sebagaimana diakukan sebelumnya di masa lalu, mereka menggunakan ambiguitas ini untuk melancarkan agitasi media demi membenamkan bahwa program nuklir Iran tidak bertujuan damai," tegasnya.

Jubir Badan Energi Atom Iran menjelaskan bahwa pembentukan kembali sistem verifikasi sebelumnya mengharuskan para pihak JCPOA untuk mematuhi kewajiban mereka.

"Mereka tidak boleh mengharapkan Iran mematuhi kesepakatan. selama mereka juga tidak mematuhi kewajibannya dan terus melanjutkan sanksi menindas terhadap bangsa Iran," pungkasnya.

Ini Tanggapan Kemlu Iran terhadap Sanksi Baru AS

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras tindakan terbaru Departemen Keuangan AS yang menjatuhkan sanksi terhadap Kementerian Intelejen Republik Islam.

Departemen Keuangan AS pada hari Jumat mengklaim bahwa Iran baru-baru ini melakukan serangan dunia maya di Albania. Dengan dalih tersebut, Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen AS mendaftarkan Kementerian Intelijen Iran dan Menteri Intelijennya dalam daftar sanksi.

Sebelumnya, Rabu lalu, Perdana Menteri Albania, Edi Rama mengklaim bahwa Iran baru-baru ini melakukan serangan dunia maya terhadap Albania, dan segera mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanani Chafi hari Sabtu (10/9/2022) menegaskan bahwa sanksi baru AS seperti sanksi ilegal sebelumnya terhadap Kementerian Intelijen Iran, tidak akan pernah bisa membuat gangguan sedikit pun dalam penentuan pejabat keamanan Iran.

"Dukungan langsung Amerika terhadap tuduhan palsu pemerintah Albania kepada Republik Islam Iran dan tindakan cepat berikutnya Washington yang menjatuhkan sanksi terhadap kementerian dan menteri intelejen Republik Islam Iran dengan menggunakan tuduhan palsu dan tidak terbukti yang sama sekali, menunjukkan bahwa perancang skenario ini bukanlah pemerintah Albania, tetapi pemerintah Amerika. Tirana adalah korban dari skenario yang dirancang Washington terhadap Republik Islam Iran," ujar Jubir Kemenlu Iran.

"Amerika Serikat telah menjadikan negara tuan rumah kelompok teroris selama bertahun-tahun dan juga melatih serta memperlengkapi mereka di bidang dunia maya bersama dengan dukungan penuhnya yang terus berlanjut. AS menjadikan organisasi teroris [MKO] sebagai salah satu alatnya yang telah dan terus berperan dalam melakukan aksi teroris, serangan siber dan perang psikologis terhadap pemerintah dan rakyat Iran," papar Kanani Chafi..

"Negara tuan rumah kelompok teroris dan tindakan pemerintah AS dalam mendukung dan menggunakan alat dari kelompok yang tangannya berlumuran darah lebih dari 17 ribu pejabat dan rakyat Iran adalah contoh nyata dari dukungan terorganisir terhadap teroris dalam menyerang pemerintah dan rakyat Iran. Oleh karena itu, Republik Islam Iran akan menggunakan semua kemampuannya dalam kerangka hukum internasional untuk menegakkan hak-hak rakyat Iran dan membela diri terhadap konspirasi jahat ini," tegasnya.

Sanksi baru AS dijatuhkan dalam situasi ketika pemerintah Presiden Joe Biden mengklaim bahwa ia bermaksud memberikan alasan yang diperlukan untuk mengembalikan  negaranya ke perjanjian nuklir JCPOA melalui pintu negosiasi.

Eslami: Kami Berencana Ubah Iran Kutub Desain dan Konstruksi PLTN

Kepala Organisasi Energi Atom Iran, AEOI, Mohammad Eslami menekankan, "Kami berencana mengubah Iran menjadi pusat untuk merancang dan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir."

Mohammad Eslami

Ilmuwan dan insinyur muda Iran, meski adanya sanksi Amerika dan sekutu Eropanya, mampu meraih prestasi gemilang di industri nuklir.

Menurut laporan Humas AEOI, Mohammad Eslami mengatakan, pembangunan reaktor nuklir menjadi agenda kami dan produksi 10 ribu megawatt listri telah dicanangkan.

"Pemanfaatan teknologi baru dapat menjadi sumber pendapatan," ujar Mohammad Eslami.

Mohammad Eslami juga mengatakan, reaktor nuklir pertama Iran dapat memproduksi 52 miliar kilowatt listrik dan membuat hemat 85 juta barel minyak, dan dengan kata lain, selama periode ini mampu menggandakan investasi yang dilakukan untuk pembangunan pembangkit listrik ini; untuk menghasilkan uang.

 

Tags