Sep 18, 2022 15:23 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.
    Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.

Tanggal 20 Safar, yang tahun ini jatuh pada hari Sabtu, 17 September 2022 diperingati sebagai Hari Arbain Imam Husein as oleh Umat Muslim dan pecinta Ahlul Bait as di seluruh dunia.

Ratusan Warga Republik Islam Iran menghadiri acara Arbain di Huseniyah Imam Khomeini ra, yang dihadiri oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei pada hari Sabtu (17/9/2022).

Dalam ceramah singkat, Ayatullah Khamenei menyebut peristiwa pawai Arbain yang menakjubkan itu, telah menunjukan kehendak Allah Swt untuk semakin meninggikan panji Islam Ahlul Bait as.

"Perisitwa menakjubkan pawai Arbain tidak mungkin terlaksana dengan kebijakan dan perencanaan manusia, tangan Tuhanlah yang dengan pemandangan agung ini memberi kabar gembira bahwa jalan di hadapan kita terang dan bisa dilalui," kata Rahbar dalam ceramah singkatnya.

Ayatullah Khamenei menilai hati-hati yang bersih dan mukmin para pemuda telah memberikan kualitas kepada doa dan nasihat, serta menambah hidayah Ilahi.

"Peringatan Arbain yang merupakan bendera Imam Hussein as, tahun ini diselenggarakan lebih meriah dan lebih agung dibanding masa-masa sebelumnya dalam sejarah," tuturnya.

Ayatullah Khamenei mengimbau para pemuda untuk tidak menyia-nyiakan masa muda mereka, dan menaruh perhatian khusus pada kelompok-kelompok keagamaan Husseini.

"Kelompok-kelompok keagamaan Husseini selain harus menghidupkan teladan Ahlul Bait as, juga menjadi pusat dan pangkalan untuk menjelaskan hakikat," ujarnya.

Rahbar juga menyinggung kerja keras tak kenal lelah musuh dan bandit-bandit kebenaran terhadap peristiwa penting semacam pawai Arbain yang menakjubkan, dan mengajak semua pihak untuk mengenal tanggung jawabnya.

"Dua kalimat asasi dan abadi Al Quran yaitu anjuran untuk selalu mengikuti kebenaran dan bersabar, terutama bagi kita hari ini, keduanya merupakan sebuah instruksi mendasar," jelasnya.

Ayatullah Khamenei menilai sabar sebagai resistensi, keteguhan, tak kenal lelah, dan tidak menganggap diri berada di jalan buntu.

Kepada para pemuda yang aktif dalam kelompok-kelompok keagamaan Hussein dan Qurani, ia mengatakan, "Pergilah ke jalan kebenaran, dan berusahalah lewat cara menerangi lingkungan sekitar termasuk universitas dengan warna Ilahi, mengajak orang lain ke jalan ini."

Di awal acara, para pemuda yang hadir dalam peringatan Arbain Imam Hussein as, di hadapan Rahbar, senada dengan para peziarah di Karbala, serentak meneriakan "Labaik Ya Hussein". 

Arbain adalah peringatan mengenang 40 hari Kesyahidan Imam Husein as, Cucu tercinta Baginda Nabi Muhammad Saw yang dibantai bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya oleh pasukan Yazid di padang Karbala pada tanggal 10 Muharram 61 H.

Imam Hussein as, keluarga dan para sahabatnya gugur syahid pada 10 Muharam 61 Hijriah di Karbala atau yang dikenal dengan Tragedi Asyura.

Meski telah berlalu berabad-abad, namun peristiwa heorik itu tidak pernah berkurang urgensi dan kedudukannya, bahkan semakin berlalu, pesan Asyura justru semakin tersebar luas.

Kebangkitan Imam Hussein as melawan pemerintahan tiran Yazid bertujuan untuk menjaga kelangsungan agama Islam yang terkena erosi kerusakan di berbagai sendi kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu, motivasi perjuangan Imam Husein demi menjaga kesucian Islam dari berbagai penyimpangan yang dilakukan penguasa lalim di masanya.

Imam Husein as bangkit melawan Yazid bin Muawiyah bukan karena menghendaki kekuasaan, tapi karena ketulusannya membela ajaran agama Islam dan mengembalikan umat kakeknya dari berbagai penyimpangan ke arah Islam murni, yaitu Islam Muhammadi Saw. (RA)

 

Tags