Sep 20, 2022 11:56 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Ungkapkan Isu Sentral Pidatonya di New York

Presiden Iran, Ayatullah Sayid Ebrahim Raisi menilai sanksi, terorisme, perang dan pertumpahan darah adalah hasil dari unilateralisme negara arogan global yang berupaya memaksakan kepentingannya di dunia, termasuk di PBB.

Presiden Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi di sela-sela acara menghadiri sidang Majelis Umum PBB dalam wawancara dengan wartawan di New York hari Senin (19/9/2022) mengatakan, "Dalam perjalanan ini, tentu saja, sesuai dengan kesempatan yang ada, saya akan menjelaskan pandangan Republik Islam Iran mengenai sejumlah masalah penting kepada para peserta  yang hadir dan orang-orang yang mendengarkan pesan ini,".

Ayatullah Raisi memandang taktik embargo oleh negara-negara besar bertentangan dengan prinsip perdamaian global, dengan menegaskan, "Masalah global seperti itu harus dibahas di Majelis Umum PBB,".

Presiden Islam Iran juga menyebut isu terorisme sebagai salah satu masalah lain yang dibahas dalam Sidang Majelis Umum PBB.

Presiden Islam Iran tiba di Bandara Internasional John F. Kennedy di New York Senin sore sebagai kepala delegasi tingkat tinggi Iran untuk berpartisipasi dalam KTT Majelis Umum PBB ke-77.

Hossein Amir Abdollahian, Menteri Luar Negeri, Ali Bagheri, Wakil Menteri Luar Negeri Politik dan kepala tim perunding Iran dalam negosiasi Wina, Gholam Mohsin Esmaili, Kepala Kantor Kepresidenan, Mohammad Jamshidi, Deputi Politik Kantor Kepresidenan, dan Vahid Jalalzadeh ,Kepala Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran mendampingi Presiden Republik Islam Iran dalam perjalanannya ke New York.(PH)

Tags