Sep 21, 2022 16:49 Asia/Jakarta
  • Presiden Swiss dan Presiden Iran
    Presiden Swiss dan Presiden Iran

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, Tehran tidak pernah meninggalkan meja perundingan, dan siap untuk mencapai sebuah kesepakatan yang baik dan adil.

Sayid Ebrahim Raisi, Rabu (21/9/2022) menuturkan, dengan memperhatikan rekam jejak Amerika Serikat, maka tuntutan Iran untuk mendapatkan jaminan kesepakatan yang stabil, adalah tuntutan yang sepenuhnya masuk akal.
 
Dalam pertemuan dengan Presiden Swiss, Ignazio Cassis di New York, Raisi menjelaskan, "Peningkatan kerja sama perdagangan dan ekonomi, terutama kemudahan transaksi keuangan dan perbankan kedua negara merupakan hal yang urgen."
 
Ia menambahkan, "Amerika lah yang keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA, bukan Iran, dan meski Iran telah melaksanakan seluruh komitmennya, tapi pihak Barat malah melanggarnya."
 
Di sisi lain Presiden Swiss Ignazio Cassis dalam pertemuan itu mengatakan, sejak tahun 2016 peta jalan untuk memulihkan hubungan dagang dengan Iran sudah disusun.
 
Ia menambahkan, "Kami berkomitmen pada peta jalan tersebut, dan yakin bahwa hambatan-hambatan politik dan geopolitik harus disingkirkan dari jalan kerja sama dua negara."
 
Menurut Presiden Swiss, keamanan Republik Islam Iran dan Asia Barat adalah penjamin keamanan wilayah Eropa.
 
"Kerja sama-kerja sama keuangan, dan perbankan termasuk arena-arena yang bisa diperluas dalam hubungan bilateral Swiss dan Iran," pungkasnya. (HS) 

Tags