Sep 22, 2022 16:10 Asia/Jakarta
  • Pemberian penghargaan kepada Veteran Pertahanan Suci, Rabu (21/9/2022).
    Pemberian penghargaan kepada Veteran Pertahanan Suci, Rabu (21/9/2022).

Upacara pemberian penghargaan kepada ratusan veteran dan pejuang era perang Pertahanan Suci serta pejuang Muqawama (perlawanan) di provinsi Hamedan, Mashhad dan Fars, Republik Islam Iran berlangsung pada hari Rabu, (21/9/2022).

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati datangnya Pekan Pertahanan Suci yang dimulai pada 31 Shahrivar 1401 HS atau 22 September 2022.

Acara ini juga terhubung langsung dengan pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dengan para komandan militer dan Sepah (Korps Garda Revolusi Islam/IRGC), pejabat tinggi polisi, veteran dan keluarga Syuhada yang berlangsung di Huseiniyah Imam Khomeini ra di Tehran.

Tanggal 31 Shahrivar 1359 HS, yang bertepatan dengan 22 September 1980 merupakan momentum penting dalam sejarah Iran. Pasalnya, tanggal tersebut merupakan awal dimulainya Perang Pertahanan Suci (perang yang dipaksakan rezim Baath Irak terhadap Iran selama delapan tahun).

Perang ini merupakan yang terpanjang dalam sejarah perang klasik di abad ke-20, dan perang terlama setelah perang Vietnam. Setelah delapan tahun berlalu, perang yang menelan korban jiwa dan kerugian material yang besar ini, berakhir pada bulan Mordad 1367 HS, yang bertepatan dengan Agustus 1988.

Perang Pertahanan Suci sebenarnya adalah perang antara Iran dan Barat. Perang yang dipaksakan rezim Saddam Irak terhadap Iran ini dimulai kurang dari setahun setelah kemenangan Revolusi Islam 1979, yang menggulingkan rezim Pahlavi, rezim yang didukung penuh oleh Amerika Serikat.

Selama agresi militer ke Iran, Irak didukung penuh, baik secara militer maupun psikologis, oleh AS dan sekutunya. Para pendukung Saddam juga mencegah akses Iran ke peralatan pertahanan dari luar negeri.

Perang Irak-Iran adalah perang terpanjang  pada abad ke-20, namun pejabat senior militer Iran mengatakan bahwa peristiwa itu menandai awal kemandirian negara mereka di sektor pertahanan.

Perang panjang yang dipaksakan oleh rezim Baath Irak telah mengajarkan kepada bangsa Iran bahwa mereka tidak dapat mencapai keamanan selama mereka tetap bergantung pada senjata asing.

Dalam perang, biasanya pemenang adalah yang terkuat, namun yang mengejutkan, dalam perang Pertahanan Suci, sebuah bangsa yang belum siap, telah berhasil memenangkan peperangan luas itu.  (RA)

Image Caption

 

Tags