Sep 27, 2022 17:41 Asia/Jakarta

Rakyat Iran dari berbagai provinsi negara ini Minggu (25/9/2022) bertepatan dengan hari wafatnya Rasulullah Saw dan Imam Hasan Mujtaba as, menggelar pawai akbar "Umat Rasulullah Saw".

Dalam aksinya tersebut, warga Iran seraya mengecam kerusuhan beberapa hari lalu dan mengutuk pelecehan terhadap Al-Qur'an, menyatakan dukungan tegas mereka terhadap Republik Islam dan nilai-nilai agama.

Selama beberapa hari terakhir, berbagai wilayah Iran dilanda kerusuhan yang dikobarkan oleh para perusuh dan penentang pemerintah Republik Islam. Para perusuh ini selain melecehkan nilai-nilai agama dan nasional, khususnya Al-Qur'an dan bendera Republik Islam, juga membunuh dan melukai puluhan orang.

Alasan yang dibuat-buat para perusuh ini adalah mendukung perempuan di Iran, tapi dalam prakteknya terbukti bahwa alasan sebenarnya kerusuhan ini menentang pemerintahan Republik Islam dan nilai-nilai agama, khususnya dalam bentuk aksi pembakaran Al-Qur'an dan masjid, pembakaran bendera Iran serta melecehkan prinsip wilayatul fakih

Pawai akbar rakyat Iran hari Minggu 25 September 2022 kecam perusuh

Interpretasi keliru para perusuh dan pendukungnya adalah mereka dengan memprovokasi emosi publik dengan dalih klaim mendukung hak perempuan akan dapat membujuk warga untuk mendukung mereka, tapi rakyat Iran selama 44 tahun lalu berulang kali membuktikan bahwa:

Pertama, mereka dapat membedakan antara aksi protes dan kerusuhan, serta menentang keras kerusuhan.

Kedua, meski ada sejumlah kekurangan, mereka tetap mendukung pemerintahan Republik islam dan nilai-nilai agama.

Ketiga, menangani secara serius para perusuh, mereka yang menghina nilai-nilai agama dan mereka yang merusak fasilitas umum adalah tuntutan serius dari rakyat.

Hari Minggu rakyat Iran di berbagai provinsi negara ini menggelar pawai jutaan orang, menyuarakan kebencian mereka terhadap para perusuh dan penghina syiar Islam, serta membuktikan semangat keagamaan mereka terhadap pemerintah dan nilai-nilai agama. Aksi pawai warga menunjukkan bahwa apa yang terjadi dalam beberapa hari lalu di Iran, bukan aksi membela hak kaum perempuan, tapi sebuah konspirasi terhadap pemerintah dan nilai-nilai agama.

Oleh karena itu, di teks statemen akhir pawai akbar ini disebutkan, gerakan yang merusak norma dan melecehkan kesucian al-Qur'an, pembakaran masjid dan bendera Iran serta menghina hijab perempuan Iran dan pembunuhan terhadap sejumlah pembela keamanan, mengindikasikan kedalaman konspirasi dan fitnah terhadap pemerintah Republik Islam oleh musuh, kubu hegemoni dan rezim Zionis serta akibat kebencian dan kekejaman terhadap Islam serta keagungan dan kebangkitan umat Islam.

Isu lain adalah pawai jutaan umat Rasulullah Saw membuktikan kepada musuh dan mereka yang menentang pemerintah bahwa rakyat Iran menolak gerakan yang melemahkan keamanan dan aparat keamanan di negara ini. Para perusuh selama beberapa hari terakhir menggugurkan sejumlah anggota polisi atau melukai mereka serta berusaha keras merusak citra polisi di mata publik. Meski demikian, jutaan orang yang menggelar pawai akbar hari Minggu lalu telah mengumumkan dukungan mereka kepada aparat keamanan yang bertanggung jawab menjaga keamanan dalam negeri.

Poin lain adalah jutaan orang pada hari Minggu menyuarakan tuntutan serius di antaranya penanganan tegas intansi yang terkait dan Mahkamah Agung terhadap oknum-oknum yang merusak norma-norma dan demonstran yang merusak fasilitas publik. Oleh karena itu, pawai jutaan warga di berbagai provinsi dan kota Iran tidak sekedar mengutuk para perusuh, tapi rakyat yang memiliki tuntutan dan keinginan mereka adalah penanganan tegas terhadap pelaksana dan arsitek kerusuhan.

Poin terakhir; Salah satu elemen kekuatan pemerintah Republik Islam Iran adalah dukungan dan basis rakyat, dan elemen ini kembali terlihat di pawai hari Minggu. Dukungan dan basis rakyat ini yang selama 44 tahun lalu berhasil membuat musuh dan mereka yang menentang pemerintah gagal meraih ambisinya, serta membuatnya putus asa.

Di langkah kedua Revolusi Islam, basis rakyat ini tetap eksis dan berbeda dengan yang dipropagandakan musuh di perang syarafnya, berbagai lapisan masyarakat Iran dari generasi pertama Revolusi hingga generasi siswa hari ini tetap komitmen terhadap pemerintah Republik Islam dan cita-citanya, dan keluhan serta protes tidak pernah berarti pemisahan mereka dari pemerintah. (MF)

 

 

 

Tags