Sep 29, 2022 11:25 Asia/Jakarta
  • Raisi: Iran Tuntut Jaminan Andal dalam Negosiasi Wina

Presiden Iran menekankan jaminan yang andal dan penyelesaian masalah pengamanan untuk mencegah pihak barat melanggar lagi perjanjian dan mengeluarkan resolusi terhadap Iran dengan alasan politis.

Presiden Iran Ayatullah Sayid Ebrahim Raisi dalam wawancara langsung yang disiarkan televisi nasional Iran pada Rabu (28/9/2022) malam menyampaikan pandangannya mengenai  status terbaru kasus negosiasi nuklir JCPOA di Wina, dan pertemuannya dengan Presiden Prancis, Emmanuel macron, dengan mengatakan, "Dalam pertemuan ini, ada dua prinsip penyelesaian masalah yang mengemuka, masalah pengamanan dan penghapusan sanksi secara permanen yang bisa memberikan keuntungan ekonomi bangsa Iran,".

Menyikapi pendekatan politik Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Raisi menegaskan, "Setelah memeriksa industri nuklir Iran, Dirjen IAEA secara resmi mengumumkan tidak ada penyimpangan, tetapi segera setelah mereka kembali ke Eropa atau dihubungi oleh rezim Zionis, terjadi perubahan intonasi literatur mereka, yang menunjukkan pendekatan politik terhadap masalah tersebut,".

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Hossein Amir Abdollahian mengabarkan Amerika Serikat (AS) telah mengirim pesan dalam beberapa hari terakhir bahwa Washington memiliki kemauan dan niat baik untuk mencapai kesepakatan.

Menanggapi hal itu, dia mengatakan, kami telah mengatakan kepada para pejabat AS untuk menunjukkan keinginan dan niat baik mereka untuk mencapai kesepakatan secara nyata.

Putaran negosiasi baru yang berfokus pada pencabutan sanksi yang menindas dan ilegal AS terhadap Iran, dimulai pada 4 Agustus di Wina, dan berakhir pada 8 Agustus 2022. Dalam putaran negosiasi ini, beberapa proposal diajukan oleh Enrique Mora, Koordinator Uni Eropa dalam negosiasi Wina.

Sebagian besar negara yang berpartisipasi dalam perundingan tersebut  menginginkan penyelesaian negosiasi yang lebih cepat, tetapi mencapai kesepakatan akhir masih menunggu keputusan politik AS mengenai beberapa masalah penting dan kunci yang masih tersisa.

Berkat inisiatif tim perunding Iran, negosiasi mengalami kemajuan. Namun penundaan pihak Barat, terutama pemerintah Joe Biden untuk mengkompensasi tindakan ilegal pemerintah AS sebelumnya dan kelanjutan kampanye tekanan maksimum, telah menimbulkan keraguan tentang keseriusan AS untuk kembali ke perjanjian nuklir JCPOA dan juga menyebabkan perpanjangan proses pembicaraan.(PH)

Tags