Okt 03, 2022 18:15 Asia/Jakarta
  • Rahbar, Ayatullah Khamenei
    Rahbar, Ayatullah Khamenei

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam acara wisuda taruna sejumlah Akademi Militer, Angkatan Bersenjata Iran mengatakan, kerusuhan dan kekacauan terbaru di Iran, dirancang oleh Amerika Serikat, dan Rezim Zionis, orang-orang bayaran mereka, serta beberapa orang Iran pengkhianat di luar negeri.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Senin (3/10/2022) menegaskan, rakyat Iran, dalam peristiwa ini sebagaimana juga dalam peristiwa-peristiwa lain, sepenuhnya terjun dengan kekuatan, dan di masa depan juga akan seperti ini, di masa depan di mana pun musuh ingin menciptakan gangguan, pihak yang paling depan dalam mengadapi gangguan ini adalah rakyat pemberani dan mukmin Iran.

Rahbar menganggap rakyat Iran layaknya junjungannya yaitu Imam Ali as, adalah rakyat yang tertindas, tapi pada saat yang sama kuat.

Ia menambahkan, "Dalam peristiwa yang baru saja terjadi, seorang perempuan muda meninggal dunia, dan ini membuat hati kita semua terbakar, akan tetapi reaksi atas peristiwa ini yang dilakukan tanpa penyelidikan dan tanpa ada kepastian di dalamnya, lalu sebagian orang turun ke jalan membuat kekacauan, membakar Al Quran, mencopot paksa hijab seorang perempuan, membakar masjid, Huseiniyah, dan kendaraan masyarakat, ini bukanlah reaksi yang biasa dan normal."

Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa kerusuhan terbaru di Iran sudah direncanakan sebelumnya. Menurutnya, jika tidak ada peristiwa meninggalnya perempuan muda itu, dalih lain akan dicari, sehingga tahun ini di awal bulan Mehr (kelander Iran) kekacauan dan kerusuhan bisa diciptakan di Iran.

Lebih lanjut Rahbar menjelaskan, "Di dunia ini banyak terjadi kerusuhan, dan di Eropa terutama di Prancis dan kota Paris, kerusuhan yang cukup luas kerapkali terjadi."

Ia juga menekankan bahwa belasungkawa AS atas meninggalnya seorang perempuan di Iran adalah dusta, dan bertolak belakang dengan tampilan lahir, sebenarnya mereka gembira karena mendapatkan alasan untuk menciptakan insiden.

"Di Iran, pejabat tiga lembaga tinggi negara telah menyampaikan belasungkawa, dan Mahkamah Agung Iran sudah berjanji untuk mengusut kasus ini sampai akhir," tegas Rahbar.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung kemajuan yang cepat di Iran di semua bidang, dan kerja keras untuk menyelesaikan sebagian permasalahan lama, serta mengaktifkan bidang produksi, perusahaan berbasis sains, dan kemampuan negara untuk menggagalkan sanksi.

Rahbar menerangkan, "Saya hidup di tengah suku Baluch, dan mereka sangat setia kepada Republik Islam Iran, suku Kurdi, juga salah satu suku termaju di Iran, dan mereka mencintai negaranya, mencintai Islam dan Republik Islam, maka dari itu skenario musuh tidak akan berhasil terhadap mereka."

Ayatullah Khamenei menuturkan, skenario dan aksi musuh menunjukan batin mereka, yaitu permusuhan yang dalam statemen-statemen diplomatis mereka mengatakan tidak bermaksud menyerang Iran, dan tidak akan melakukan pergantian sistem, serta tidak memusuhi. Mereka punya batin semacam ini, dan berusaha menciptakan kerusuhan, menghancurkan keamanan negara, dan memprovokasi orang-orang yang mungkin bisa diprovokasi dengan sejumlah kegemparan.

Rahbar menekankan bahwa AS bukan hanya menentang Republik Islam, tapi juga menentang Iran yang kuat dan independen.

"Mereka menginginkan Iran di masa Pahlavi, yang layaknya sapi, selalu patuh para perintah mereka," imbuh Ayatullah Khamenei.

Menurut Rahbar, banyak perempuan di Iran yang tidak mengenakan hijab secara sempurna, tapi merupakan pendukung serius Republik Islam Iran, dan mereka menghadiri berbagai acara, masalahnya adalah independensi, resistensi, penguatan dan kekuatan Iran Islami.

Ia menegaskan, beberapa orang yang turun ke jalan, adalah sisa-sisa anasir yang sebelumnya mendapatkan pukulan dari Republik Islam seperti kelompok munafik MKO, kelompok separatis, kelompok monarki, dan keluarga dinas intelijen Shah, Savak terkutuk, dan Mahkamah Agung harus mengadili serta menghukum mereka sesuai tingkat keterlibatan dalam perusakan dan gangguan keamanan di jalan-jalan. (HS)

Tags