Okt 04, 2022 15:31 Asia/Jakarta
  • Tanggapi Klaim Biden, Kemlu Iran: Urus Saja Rekam Jejak Kelam HAM Amerika

Menanggapi pernyataan intervensionis Presiden AS, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Presiden AS harus berpikir sedikit tentang catatan hak asasi manusia negaranya sebelum membuat gerakan kemanusiaan di tingkat global.

Mengikuti kebijakan intervensionis Washington, Presiden AS Joe Biden bereaksi terhadap peristiwa baru-baru ini di Iran dengan membuat klaim terbaru dalam pernyataannya.

Amerika dan negara-negara Barat selama ini menjalankan kebijakan ganda terhadap hak asasi manusia.

Untuk menghindari pertanyaan rakyat negaranya sendiri dan opini publik dunia, mereka selalu mempertanyakan situasi hak asasi manusia di negara-negara yang menentang dominasi Barat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanani Chafi di laman Twitter-nya menyinggung hak asasi manusia Amerika Serikat hari Selasa (4/10/2022) dengan mengatakan bahwa selama bertahun-tahun orang-orang di dunia telah melihat wajah kelam hak asasi manusia Amerika yang sebenarnya dan terbuka di Palestina, Afghanistan.Irak, Yaman, Libya, Suriah dan negara lain, bahkan di tanah Amerika sendiri.

"Tampaknya, akan lebih baik jika Joe Biden memikirkan sedikit tentang catatan hak asasi manusia Amerika sebelum membuat gerakan kemanusiaan. Meskipun tentu saja kemunafikan tidak membutuhkan pemikiran," ujar Kanani Chafi.

"Presiden Amerika Serikat seharusnya prihatin terhadap sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan melumpuhkan terhadap bangsa Iran, yang merupakan bukti jelas kejahatan terhadap kemanusiaan," tegasnya.(PH)

Tags