Aug 08, 2018 03:53 Asia/Jakarta
  • Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Heshmatollah Falahatpisheh.
    Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Heshmatollah Falahatpisheh.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Heshmatollah Falahatpisheh mengatakan, AS dengan melancarkan propaganda politik, ingin menciptakan instabilitas politik di Iran.

Dia mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Duta Besar Norwegia di Tehran, Lars Nordrum pada hari Selasa (7/8/2018) seperti dikutip kantor berita parlemen Iran, ICANA.

"Berlanjutnya Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) penting bagi negara-negara Eropa dan mereka harus mempertahankan ini," ujar Falahatpisheh mengacu pada penarikan sepihak AS dari kesepakatan itu.

Di bagian lain, dia menandaskan Iran secara tegas akan memerangi kelompok-kelompok teroris yang didukung oleh rezim Zionis, AS dan sekutunya di Timur Tengah.

Iran, lanjutnya, juga secara rutin akan menggelar latihan militer di Teluk Persia untuk menjamin keamanan dan stabilitas di kawasan.

Lars Nordrum.

Mengenai hubungan baik kedua negara di tingkat regional dan internasional, Falahatpisheh menuturkan, "Untungnya hubungan Iran dan Norwegia tidak terpengaruh oleh propaganda AS, dan kedua negara menyimpan banyak potensi di bidang politik dan ekonomi yang dapat memacu peningkatan hubungan bilateral."

Sementara itu, Lars Nordrum menyatakan optimis atas proses peningkatan hubungan antara Tehran dan Oslo.

"Dalam beberapa tahun terakhir, Norwegia dan Iran telah melakukan kegiatan efektif dan baik di bidang ekonomi dan perdagangan," tambahnya.

Dia mengatakan bahwa penerapan paket usulan Eropa dan kelanjutan JCPOA dapat mendorong peningkatan perdagangan antara sektor swasta kedua negara. (RM)

Tags