Mar 24, 2019 19:36 Asia/Jakarta
  • Jaringan televisi Fox News
    Jaringan televisi Fox News

Kebohongan yang disampaikan oleh kalangan pemberitaan dan lingkaran media Barat tentang program rudal Iran terus berlanjut.

Media-media Barat sedang berusaha menggiring opini publik dunia berdasarkan prinsip yang salah terhadap Iran. Sekaitan dengan hal ini, Fox News News Amerika dalam laporannya mengklaim bahwa menurut informasi yang diterima, pemerintah Jerman tidak ingin mengungkapkan beberapa upaya Iran, yang menurut media AS ini disebut "Pencapaian secara diam-diam senjata nuklir dan teknologi rudal". Dari sudut pandang Fox News, rahasia Jerman ini bertujuan untuk mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan hubungan ekonomi dengan Iran.

Rudal Iran

Klaim itu dibuat ketika kantor berita Reuters baru-baru ini menulis dalam sebuah laporan, dokumen-dokumen rahasia menunjukkan bahwa Inggris, Perancis dan Jerman mengusulkan pada bulan Maret sanksi baru terhadap Iran untuk program rudalnya, tetapi ini ditentang oleh anggota Negara-negara Uni Eropa lainnya, termasuk Italia yang menuntut peningkatan hubungan dengan Republik Islam Iran.

Klaim tidak berdasar tentang ancaman kemampuan pertahanan Iran diulangi ketika program rudal Iran bersifat defensif dan dirancang berdasarkan kebutuhan pertahanan terhadap ancaman. Selain itu, tidak ada resolusi Dewan Keamanan yang melarang soal program rudal Iran atau uji coba rudal.

Kandungan Resolusi 2231 jelas dan tidak ambigu dalam hal ini. Tidak menegosiasikan program rudal Iran dan menekankan kemampuan defensifnya juga merupakan poin yang telah berulang kali ditekankan oleh para pejabat Republik Islam Iran, tetapi negara-negara Barat berusaha mencari alasan baru untuk menekan Iran setiap saat. Padahal, tidak ada bukti bahwa Iran bekerja untuk meraih senjata nuklir.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang juga dikenal sebagai otoritas yang kompeten untuk mendeteksi kegiatan nuklir damai, telah berulang kali mengkonfirmasi bahwa program nuklir Iran tidak memiliki aspek atau sifat militer. Yukiya Amano, Direktur Jenderal IAEA menegaskan kembali komitmennya kepada Iran dalam laporannya yang ke-14 tentang program nuklir Iran sebulan yang lalu.

Mike Fitzpatrick, direktur eksekutif lembaga internasional studi strategi internasional dalam pesan Twitter pada bulan Desember menulis bahwa program rudal Iran tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan 2231. Resolusi tersebut meminta semua negara anggota untuk tidak mengambil tindakan yang merusak pemenuhan komitmen JCPOA. Jika Iran melanggar resolusi, maka Amerika Serikat juga telah melakukan hal yang sama.

Rudal Iran

Sebelumnya, ada dugaan yang dibuat oleh beberapa negara tentang kerja sama rudal Iran-Korea Utara. Klaim ini tidak diragukan lagi ditujukan untuk agiasi propaganda, sementara Republik Islam Iran tidak memerlukan tindakan rahasia. Iran memiliki teknologi asli untuk meluncurkan rudal dan meluncurkan satelit dan telah mencapai kemampuan tinggi di bidang kegiatan rudal dan antariksa. Hari ini, Iran memiliki kemampuan independen di bidang rudal, drone dan program khusus.

Oleh karena itu, jelas bahwa agitasi media semacam itu hanya bertujuan untuk menekan Iran untuk menyetujui ketamakan Amerika Serikat dan Barat. Klaim Fox News tentang upaya Iran untuk mengembangkan pertahanan misilnya dengan Jerman juga tidak terpisah dari tujuan ini.

Tags

Komentar