Aug 11, 2019 12:54 Asia/Jakarta
  • Kazem Gharibabadi
    Kazem Gharibabadi

Sanksi terhadap menteri luar negeri sebuah negara anggota PBB adalah pelanggaran tegas terhadap prinsip dan norma hukum internasional, termasuk Piagam PBB, dan hal itu merusak diplomasi serta multilateralisme.

Wakil tetap Iran di kantor PBB, Wina, Austria, Kazem Gharibabadi mereaksi sanksi terhadap Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif dan dalam surat yang dilayangkannya untuk sejumlah direktur lembaga internasional dan duta besar di Wina, menekankan poin ini bahwa Iran mengajak masyarakat internasional untuk melawan pelanggaran hukum Amerika.

Langkah Amerika Serikat bukan hanya sanksi terhadap Menlu Iran, tapi juga di kasus-kasus lainnya yang masuk kategori pelanggaran hukum di tingkat global.

Meski Amerika berusaha menjustifikasi langkahnya dalam kerangka kebijakan tekanan terhadap Iran, namun langkah semacam itu membuktikan ketidakpedulian dan tidak adanya tanggung jawab pemerintah Amerika terkait semua konvensi dan perjanjian internasional.

Sebagaimana disebutkan dalam surat Wakil tetap Iran di PBB, keputusan sepihak Amerika melanggar prinsip dan aturan hak diplomatik dan kekebalan politik pejabat tinggi sebuah negara.

Amerika dalam lawatan terbaru Zarif ke New York memberlakukan pembatasan bepergian dan aktivitas Menlu Iran, dan ini melanggar isi norma diplomatik termasuk pasal 105 paragraf 2 Piagam PBB, Konvensi 1945 tentang fungsi dan kekebalan PBB, dan prinsip umum internasional yang tercantum dalam konvensi hubungan diplomatik tahun 1961 Wina.

Berdasarkan konvensi ini, prinsip kekebalan diplomatik semua negara anggota PBB harus dihormati. Akan tetapi Amerika dengan menyanksi Zarif, telah melakukan pengkhianatan tegas terhadap diplomasi. Inilah yang diperingatkan Wakil tetap Iran di PBB kepada para pemimpin negara dan direktur lembaga internasional serta para dubes di Wina.

Ia juga memperingatkan soal dampak serius pelanggaran asas dialog antarpemerintah, kerja sama internasional dan multilateralisme, dan menyebut sanksi terhadap Menlu Iran sebagai penghinaan terhadap semua diplomat dunia.

Dari sudut pandang hubungan internasional, sanksi Zarif adalah pukulan terhadap aturan dan prinsip diplomatik yang hanya membahayakan interaksi diplomatik dalam hubungan setiap negara.

Dalam suratnya, Wakil tetap Iran di PBB juga mengatakan, PBB, lembaga-lembaga cabang dan lembaga khususnya, begitu juga negara anggota harus membela prinsip hukum internasional dan menyingkirkan fanatisme. (HS)

Tags