Aug 30, 2019 20:49 Asia/Jakarta
  • Shalat Jumat di Tehran, 30 Agustus 2019.
    Shalat Jumat di Tehran, 30 Agustus 2019.

Shalat Jumat di Tehran pada hari ini, Jumat, 30 Agustus 2019 berlangsung di Mushalla Besar Imam Khomeini ra.

Shalat Jumat di ibu kota Republik Islam Iran itu diimami oleh Ayatullah Sayid Ahmad Khatami, yang juga sekaligus sebagai khatibnya.

Ayatullah Sayid Khatami dalam khutbahnya mengatakan, seperti yang disampaikan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (Rahbar) bahwa Iran tidak akan melakukan perundingan apapun dengan Amerika Serikat, pemerintah dan rakyat Iran juga satu suara mengumumkan hal ini.

Hal itu disampaikan Ayatullah Sayid Khatami ketika menyinggung tawaran perundingan ulang yang disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump.

"Sebagaimana yang dikatakan Presiden Iran, kami tidak gila sehingga mau melakukan perundingan dengan Amerika," ujarnya.

Khatib Jumat Tehran  itu menegaskan, perundingan di bawah tekanan sejatinya bukanlah perundingan tapi menyerah, dan bangsa Iran yang berusaha meneruskan semangat Asyura, tidak akan pernah mau menerima perundingan semacam ini.

Menurutnya, pemerintah Amerika selalu memberi cap teroris pada para pemberani dan orang-orang terhormat. Washington menyebut Hizbullah Lebanon, Ansarullah Yaman dan Hashd Al Shaabi Irak, sebagai teroris. Mereka bukan teroris, mereka orang-orang terhormat yang membela kemuliaannya.

"Jika dunia ingin mengetahui sejarah terorisme, ketahuilah bahwa pemerintah AS berada di puncak teroris negara dunia," tegasnya.

Sehubungan dengan serangan terbaru rezim Zionis Israel ke Lebanon, Ayatullah Sayid Khatami menjelaskan, serangan ini membuktikan sifat agresor Israel yang harus dilawan.

Khatib Jumat Tehran juga menyampaikan penyesalannya atas kondisi yang menimpa umat Islam di Kashmir dan meminta pemerintah India untuk menerapkan kebijakan rasional terhadap warga Muslim, dan tidak melakukan tindak kekerasan terhadap mereka. (RA)

 

Tags