Sep 17, 2019 15:35 Asia/Jakarta
  • Kelas Bahtsul Kharij Fiqih Bersama Rahbar

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei memulai pelajaran Kharij Fiqih (Bahtsul Kharij Fiqih atau kuliah fiqih untuk tingkat mujtahid) pada awal Tahun Ajaran Baru Hauzah Ilmiah 1398 HS, pada hari Selasa, 17 September 2019.

Sebelum pelajaran dimulai, Rahbar menyinggung rencana baru isu perundingan oleh Amerika Serikat. Ayatullah Khamenei menuturkan, seluruh pejabat Republik Islam Iran satu suara bahwa Tehran tidak akan berunding dengan Washington pada level apa pun.

Menurut Rahbar, tujuan AS menggunakan strategi dialog adalah untuk memaksakan kehendaknya dan membuktikan bahwa represi maksimum terhadap Iran efektif.

"Kebijakan intimidasi dan tekanan maksimum terhadap bangsa Iran tidak ada nilainya," ujarnya.

Ayatullah Khamenei juga mengisyaratkan sikap berbeda para pejabat AS terkait perundingan.

Dia menambahkan, terkadang mereka mengatakan perundingan tanpa syarat, terkadang pula mereka menyebutkan perundingan dengan 12 syarat. Statemen seperti ini muncul dari kebijakan bergejolak mereka atau sebuah strategi untuk membingungkan pihak lawan. Pastinya Republik Islam Iran tidak akan bingung, karena jalan kita jelas dan kita tahu apa yang harus kita lakukan.

"Untuk perundingan seperti ini, kita harus merujuk kepada pihak yang berperan sebagai sapi perah mereka. Republik Islam adalah Republik Mukmin, Republik Muslimin serta Republik Terhormat," papar Rahbar.

Lebih lanjut Ayatullah Khamenei menjelaskan, ketika AS meralat ucapannya dan bertaubat serta kembali ke perundingan nuklir yang ia langgar, maka saat itu Amerika dapat bergabung dengan negara-negara anggota perjanjian dan berbicara dengan Iran, dan AS pun dapat berpartisipasi. Namun jika tidak, maka tidak akan ada perundingan di level apa pun antara pejabat Republik Islam Iran dan Amerika, baik itu di New York atau di tempat lain.

Rahbar mengungkapkan bahwa selama 40 tahun lalu Repubilk Islam Iran menghadapai beragam makar, namun musuh gagal mengalahkan Iran.

"Kebijakan mereka satu demi satu kalah dari pendekatan Republik Islam Iran dan selanjutnya Republik Islam dengan bantuan Allah Swt akan mengalahkan mereka serta keluar sebagai pemenang dengan penuh kehormatan," pungkasnya. (RA)

Tags

Komentar