Sep 20, 2019 20:57 Asia/Jakarta

Penasihat Senior Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran Mayor Jenderal Sayid Yahya Rahim Safavi mengatakan, setiap gerakan anti-Iran akan mengguncang kawasan.

"Jika para pejabat Amerika Serikat berpikir untuk konspirasi, Iran akan merespon mereka dari Mediterania hingga ke Laut Merah dan Samudera Hindia," kata Sayid Safavi dalam pidatonya sebelum khutbah Jumat di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Jumat (20/9/2019).

Dia menambahkan, kebijakan Iran adalah untuk menciptakan perdamaian dan keamanan berkelanjutan di kawasan dan keluarnya pasukan asing dari kawasan.

"Iran tidak berniat untuk melakukan invasi ke negara lain, namun akan membela diri dengan tegas ketika menghadapi agresor," tegasnya.

Sayid Safavi lebih lanjut menyinggung kegagalan AS di kawasan, terutama di Suriah, Irak, Afghanistan, Lebanon, Palestina dan Yaman.

"Para sekutu Revolusi Islam dan Front Muqawama (perlawanan) yang memiliki kapasitas besar rakyat dan mempunyai orang-orang yang cerdas dan berani, lebih kuat ketimbang sekutu Amerika," ujarnya.

Asisten dan Penasihat Senior Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran ini juga menyinggung kegagalan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mengagresi Yaman sejak Maret 2015.

"Pembelaan diri rakyat Yaman hari ini yang dilakukan dalam bentuk pembalasan adalah sebuah pembelaan yang legal," tuturnya.

Mayjen Sayid Safavi juga mengatakan bahwa AS dan para agresor Palestina dan Yaman telah tua dan lelah.

"Kekuatan AS semakin menurun, dan rezim Zionis (Israel) yang berslogan 'dari Nil ke Furat' menderita kekalahan dan kegagalan berturut-turut," tegasnya.

Terkait dengan perang ekonomi yang dilancarkan AS terhadap Iran, dia menuturkan, rakyat Iran akan mampu melewati tekanan ekonomi dan politik ini. (RA)

Tags

Komentar