Okt 10, 2019 18:16 Asia/Jakarta
  • Deplu Iran
    Deplu Iran

Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menekankan pentingnya dihentikannya serangan dan penarikan segera militer Turki dari wilayah Suriah seraya memahami kekhawatiran Turki.

Kemenlu Iran Kamis (10/10/2019) dalam statemennya seraya mengungkapkan kekhawatiran atas aksi militer Tukri di wilayah Suriah menjelaskan, langkah militer bukan saja tidak dapat menghapus kekhawatiran keamanan Turki, bahkan akan berujung pada timbulnya kerugian materi dan korban jiwa besar. Dengan demikian Iran menyatakan penentangannya atas langkah ini.

Kemenlu Iran seraya menekankan bahwa kondisi kawasan saat ini hasil dari intervensi transregional khususnya oleh Amerika Serikat, menjelaskan, Republik Islam Iran berdasarkan pandangan  yang bertumpu pada penyelesaian krisis dalam koridor kapasitas regional, menyatakan kesiapannya untuk memainkan peran di krisis Turki-Suriah sama seperti saat ini Tehran juga memiliki kontak dengan kedua negara tersebut.

"Penyelesaian tensi yang ada hanya dapat dilakukan melalui langkah damai dan dengan menghormati kedaulatan nasional dan integritas wilayah Suriah serta kesepakatan Adana," papar statemen Kemenlu Iran.

Turki dan Suriah tahun 1998 ketika aktivitas politik, militer dan pengorganisasian Partai Buruh Kurdi Turki (PKK) di utara Suriah, menandatangani kesepakatan Adana untuk menggalang kerja sama di bidang perang kontra terorisme.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari Rabu (09/10/2019) secara resmi menginstruksikan serangan ke wilayah utara Suriah.

Turki mengumumkan target serangan ini adalah Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dan Partai Buruh Kurdi Turki (PKK) serta Daesh.

Menurut sejumlah sumber, konfrontasi ini sampai kini telah menewaskan 15 orang dan melukai lebih dari 40 orang. (MF)

 

Tags