Okt 12, 2019 20:36 Asia/Jakarta

Perbatasan dan penyeberangan Khosravi di Qasr-e Shirin, Provinsi Kermanshah, barat Republik Islam Iran dibuka kembali setelah beberapa hari ditutup akibat adanya kerusuhan di beberapa kota di Irak.

Setelah dibuka dan beraktivitas kembali, hingga hari ini, Sabtu (12/10/2019), lebih dari 25.000 peziarah Arbain dari Republik Islam Iran telah masuk ke Irak.

Perbatasan Khosravi sangat penting karena letaknya lebih dekat ke Karbala ketimbang perbatasan-perbatasan Iran lainnya. Oleh karena itu, banyak peziarah Arbain yang memilih penyeberangan ini untuk berziarah Arbain ke Karbala.

Menurut para pejabat di Provinsi Kermanshah, penyeberangan ini memiliki 56 gerbang masuk dan keluar, tempat parkir yang sangat luas dan 160 Mokeb (tenda dan posko layanan) untuk para peziarah.

Setiap tahun, jutaan peziarah Arbain dari berbagai kota di Irak dan negara-negara dunia, terutama dari negara-negara Muslim mengunjungi Karbala untuk menghadiri peringatan Arbain Huseini as.

Mereka berkumpul di Karbala untuk memperingati Arbain atau 40 hari kesyahidan Imam Husein as, yang dibantai pasukan Yazid di Karbala pada 10 Muharram 61 H.

Setelah tiba di Irak, mereka berjalan kaki dari kota Najaf menuju Karbala yang berjarak sekitar 82 km untuk menghadiri acara Arbain Huseini as. Masyarakat Irak menyediakan makanan, minuman dan tempat istirahat gratis di sepanjang rute ini.

Selama bertahun-tahun, ulama dan para wali Allah Swt menekankan pentingnya dan besarnya keutamaan berziarah ke makam Imam Husain as pada Hari Arbain yang dilakukan dengan berjalan kaki dari arah Najaf ke Karbala.

Berziarah ke tempat-tempat suci merupakan sebuah ritual ibadah yang kembali ke masa nabi pertama yaitu Nabi Adam as. Dinukil dari riwayat bahwa ia sudah 70 kali mengunjungi Baitullah.

Jika ibadah dibarengi dengan kesulitan dan kepayahan – terlepas dari pahala yang besar – ia akan memberi kelezatan yang luar biasa dan semua kesulitan ini dengan sendirinya akan terasa mudah.

Kecintaan kepada Allah Swt, Rasul Saw dan Ahlul Baitnya akan meringankan langkah kaki manusia di jalan ini dan mengantarkan mereka pada kelezatan spiritual.

Menziarahi makam Imam Husein as, cucu baginda Nabi Muhammad Saw di Karbala memiliki keutamaan yang tinggi. Para imam maksum berkata, "Kami semua adalah bahtera keselamatan, tetapi bahtera Husein bergerak lebih cepat."

Berziarah ke makam para imam maksum as adalah bukti nyata dari kecintaan seseorang kepada Ahlul Bait as. Kegiatan ini akan menumbuhkan ketaatan kepada mereka dan memperbaiki janji setia dengan para manusia suci tersebut. Ziarah hari Arbain Imam Husein as juga termasuk salah satu dari kesempatan yang langka ini.

Menurut data resmi Irak, sekitar 14 juta peziarah berjalan kaki dari Najaf ke Karbala pada tahun lalu. Masyarakat Irak menyediakan makanan, minuman dan tempat istirahat gratis di sepanjang rute ini. (RA)

Tags