Okt 13, 2019 20:39 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani dan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menggelar konferensi pers bersama pada Minggu petang, 13 Oktober 2019.

"Dalam pertemuan kami hari ini, kami menekankan pada masalah hubungan bilateral dan perlunya memperluas perdagangan bilateral dan hubungan ekonomi antar kedua negara," kata Rouhani dalam jumpa pers tersebut.

Dia menambahkan: kami juga membahas dan menekankan keamanan di perbatasan kedua negara dan aktivasi pasar di perbatasan.

"Republik Islam Iran dan Pakistan adalah dua negara bersahabat dan bertetangga yang menikmati hubungan strategis yang dalam. Dalam pertemuan kami hari ini, kami menekankan kelanjutan dari hubungan strategis yang begitu dalam," ujarnya.

Presiden Iran lebih lanjut menuturkan, kami juga membahas dan meninjau perkembangan terbaru terkait dengan kawasan Timur Tengah dan khususnya Teluk Persia dan Laut Oman karena kami yakin bahwa Teluk Persia dan Laut Oman adalah daerah yang sangat sensitif dan kami juga menekankan untuk memperkuat stabilitas, dan perdamaian di kawasan.

Rouhani juga menyoroti kekhawatiran atas perkembangan terbaru mengenai kapal tanker minyak, khususnya kapal tanker minyak Iran yang diserang di Laut Merah pada hari Jumat.

Dia menandaskan, sebuah negara berpikir bahwa ia dapat menciptakan ketidakamanan dan ketidakstabilan di kawasan kami dan tidak menerima tanggapan yang tepat, ini adalah pendekatan yang salah.

Presiden Iran menuturkan, Tuan Imran Khan memiliki beberapa poin terkait keamanan kawasan Teluk Persia dan kami menyetujuinya.

Dia, lanjutnya, juga menekankan bahwa kunci penyelesaian masalah di kawasan ini adalah untuk mengakhiri perang di Yaman, dan untuk menyatakan suatu gencatan senjata segera serta juga untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman.

Rouhani menyatakan bahwa pertemuan dengan Imran Khan bisa menjadi awal dari lebih banyak perkembangan di kawasan, dan kedua negara menekankan bahwa masalah regional hanya dapat diselesaikan melalui dialog.

"Kami juga menekankan kepada Perdana Menteri bahwa setiap isyarat niat baik dan kata-kata yang baik akan dijawab dengan isyarat niat baik dan kata-kata baik," tuturnya.

Menurutnya, sanksi kejam Amerika Serikt terhadap rakyat Iran adalah di antara topik dalam pembicaraannya dengan Imran Khan.

"Sanksi ini adalah contoh terorisme ekonomi. Kami membahas bagaimana JCPOA dapat kembali ke rutinitas sebelumnya dan bahwa perjanjian penting ini adalah sepenuhnya operasional dan dapat ditegakkan," tegasnya.

Presiden Iran mencatat bahwa poin utama dalam diskusinya dengan PM Pakistan adalah agar AS kembali ke perjanjian nuklir JCPOA untuk menyelesaikan masalah dan menghapus sanksi.

"Kami memberi tahu Perdana Menteri bahwa kami akan menerima upayanya dan niat baik untuk kawasan dan kami akan membantunya demi perdamaian dan stabilitas serta untuk memulihkan kawasan sensitif kami ini," pungkasnya.

PM Pakistan tiba di Tehran, ibukota Republik Islam Iran pada Minggu pagi untuk bertemu dan berunding dengan para pejabat tinggi Tehran.

Imran Khan dan Rouhani memulai pembicaraan tentang pengembangan hubungan bilateral dan isu terpenting regional dan internasional.

Usai pertemuan tersebut , Rouhani dan Imran Khan mengadakan konferensi pers bersama. (RA)

Tags

Komentar