Oct 21, 2019 19:43 Asia/Jakarta
  • Forum Internasional Keamanan Xiangshan, Beijing
    Forum Internasional Keamanan Xiangshan, Beijing

Deputi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Brigjen Mehdi Rabbani yang telah melakukan perjalanan ke Cina untuk menghadiri pertemuan Forum Xiangshan Beijing ke-9, dalam sebuah wawancara dengan IRNA di Beijing menjelaskan, "Memperluas hubungan Iran-Cina mengarah pada keamanan yang berkelanjutan di kawasan."

Brigjen Rabbani dijadwalkan berpidato pada Forum Keamanan Internasional Xiangshan ke-9, yang akan diadakan di Beijing pada hari Senin selama tiga hari dengan dihadiri 70 negara.

Deputi kepala staf Angkatan Bersenjata Iran menyebut tujuan pertemuan forum Keamanan Xiangshan untuk membahas perkembangan keamanan dan perang melawan terorisme dengan mengatakan, "Mengingat pengalaman luar biasa yang dimiliki Iran dalam memerangi terorisme, termasuk Daesh (ISIS), selama dekade terakhir, ini dapat memiliki peran yang sangat efektif dalam mengekspresikan pandangan kami dan memastikan keamanan yang langgeng di forum ini."

Wilayah Asia menghadapi ancaman keamanan dan ancaman-ancaman ini merugikan kepentingan umum. Membangun wilayah yang bebas dari ancaman terorisme, monopolisme, intimidasi dan ketidakadilan tidak ada jalan lain kecuali melakukan konvergensi dan kerja sama serta pemahaman bersama tentang kepentingan kolektif. Solusi ini penting bukan hanya untuk Asia tetapi juga untuk seluruh dunia.

Pakar dan analis Cina Lee Hyan menekankan fakta bahwa terorisme dan ketidakamanan berbahaya bagi semua negara di kawasan ini. Ia menganggap upaya Iran untuk memperkuat Asia Barat dan berkonsultasi dengan negara lain sebagai hal yang penting dan mengatakan, "Negara-negara lain yang berselisih dengan Iran di wilayah tersebut harus menyelesaikan masalah berdasarkan konsultasi dan pendekatan politik untuk memastikan keamanan di seluruh wilayah bersamaan dengan kekalahan terorisme."

Peran Iran dalam membangun perdamaian dan stabilitas di kawasan didasarkan pada konvergensi dan kerja sama untuk menciptakan perdamaian abadi di kawasan itu.

Dalam penilaian umum, peran ini dapat dianalisis pada dua level;

Level pertama, mencakup strategi keamanan untuk menangani ancaman langsung terhadap keamanan negara. Dalam konteks ini, doktrin keamanan Iran didefinisikan atas dasar pencegahan dan penolakan ancaman di seluruh perbatasan Iran.

Level kedua, peran keamanan Iran didasarkan pada integrasi regional. Partisipasi aktif Iran dalam pertemuan keamanan regional dan internasional berada dalam kerangka ini.

Dari perspektif ini, pertemuan Forum Keamanan Internasional Xiangshan memberikan kesempatan untuk mencapai kesamaan berpikir dan penjajakan mengingat situasi saat ini di kawasan dan adanya spekturm luas dari berbagai ancaman kolektif.

Republik Islam Iran menentang kebijakan unilateralis di mana satu negara berusaha untuk melakukan kontrol atas negara lain dengan kekuatan materi dan pemaksaan. Iran juga menentang produksi segala jenis senjata pemusnah massal dari nuklir hingga kimia. Kebijakan strategis Iran adalah keterlibatan konstruktif dengan semua negara yang percaya pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip ini.

Republik Islam Iran, sebagai pemain kunci di kawasan menyatakan kesiapannya untuk merumuskan dan menyetujui mekanisme politik dan keamanan bilateral dan multilateral untuk memastikan perdamaian dan keamanan publik dan untuk bekerja sama untuk menghadapi ancaman yang ada. Kerja sama ini sangat penting strategis dalam situasi saat ini di kawasan.

"Iran dan Cina memiliki hubungan baik di berbagai bidang, dan kerja sama dalam pertahanan dan keamanan juga dapat melengkapi hubungan yang ada," tulis Global Times.

Deputi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Brigjen Mehdi Rabbani

Dalam konteks ini, seperti yang dinyatakan oleh Brigjen Rabbani, "Cina adalah salah satu negara pengimpor energi utama dari Asia Barat dan Teluk Persia, dan pengembangan hubungan China-Iran akan membantu kedua negara, dengan tujuan dan kepentingan bersama yang dimiliki dapat menciptakan keamanan berkelanjutan di bidang ekonomi melalui partisipasi militer dan pengembangan hubungan ekonomi.

Masalah ini, menjadi lebih penting lagi khususnya dalam kondisi ketika Amerika Serikat berupaya mencegah integrasi dan perluasan hubungan inter-kawasan. Kerja sama ini tentunya akan membantu mempromosikan stabilitas dan perdamaian di kawasan ini.

Tags

Komentar