Nov 02, 2019 16:23 Asia/Jakarta

Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Islam Iran Reza Rahmani mengatakan, Iran akan menghabiskan hampir 300 juta euro untuk membuat 200 kapal kargo besar setelah sektor pembuatan kapal terganggu akibat perusahaan asing menghindari untuk memberikan layanan karena sanksi Amerika Serikat.

"Kami telah menetapkan target untuk pembuatan 200 kapal kargo sebagai bagian dari rencana pengembangan industri maritim," kata Rahmani pada 17 Oktober 2019 selama kunjungan ke Bushehr, kota pelabuhan di Iran barat daya.

Dia menambahkan, sekitar 300 juta euro akan diinvestasikan di bidang ini.  Produksi kapal di wilayah barat daya dan pantai lain di selatan dan utara Iran telah mengalami ledakan aktivitas sejak tahun lalu ketika AS memberlakukan sanksi.

"Kapal-kapal kami tidak lagi berlayar ke luar negeri untuk perbaikan dan pemulihan," kata Rahmani.

Menurutnya, industri perkapalan di Iran telah melakukan lebih dari 100 operasi pemeliharaan kapal dalam berbagai ukuran sejak Maret 2019.

Rahmani mengatakan, Iran secara teknis mampu melakukan lebih dari 80 persen perbaikan yang diperlukan untuk kapal yang dioperasikan oleh lembaga pemerintah.

"Iran telah mencapai swasembada dalam perbaikan kapal dan layanan pemeliharaan," ujarnya.

Dia menjelaskan, sekitar 60.000 pekerjaan baru akan tercipta di sektor pembuatan kapal Iran sebagai hasil dari rencana investasi besar-besaran pemerintah.

"100.000 orang lainnya juga akan secara tidak langsung dipekerjakan pada rantai pasokan industri," jelasnya.

Upaya Iran untuk merestrukturisasi industri pembuatan kapal muncul ketika negara ini berusaha untuk menjaga pelabuhan utama tetap aktif bahkan pada saat tekanan ekonomi meningkat.

Bulan lalu, sebuah pabrik besar dibuka di dekat Tehran, ibu kota Iran untuk memproduksi kontainer kapal guna mengganti lebih dari 85.000 kontainer yang ditarik oleh perusahaan asing dari pelabuhan Iran setelah AS menjatuhkan sanksi pada November. (RA)

Tags

Komentar