Nov 12, 2019 21:46 Asia/Jakarta
  • Menyaksikan Transit Merkurius dari Iran

Sebagian penduduk Bumi termasuk masyarakat di Republik Islam Iran telah menyaksikan Transit Merkurius pada hari Senin (11/11/2019).

Hal itu merupakan sebuah peristiwa alam yang langka di abad ke-21 ini.  Fenomena alam ini terjadi hanya 13 atau 14 kali per abad. Merkurius terakhir transit Matahari pada 2016, tetapi itu tidak akan terjadi lagi hingga November 2032.

Merkurius terlihat seperti  titik bulat hitam yang melayang di depan matahari saat Bumi melewati bayangan kecil Merkurius. Merkurius akan tampak sangat kecil, sehingga para pengamat langit akan membutuhkan peralatan khusus, seperti teleskop atau teropong yang dilengkapi dengan filter pelindung sinar matahari.

Merkurius dan Venus adalah planet-planet yang dapat melintas di depan matahari seperti yang terlihat dari Bumi, karena orbitnya berada di antara matahari dan orbit Bumi.

Jarak rata-rata Merkurius dari matahari adalah 35.983.095 mil (57.909.175 kilometer), atau sekitar 30% dari jarak rata-rata antara Bumi dan matahari.

Transit Merkurius adalah peristiwa langka. Dari Bumi, Merkurius terlihat bergerak melintasi wajah matahari rata-rata 13 kali setiap seratus tahun. Agar transit terjadi, Merkurius harus berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat pula.

Sementara itu, awal Mei dan awal November merupakan waktu ketika transit Merkurius dapat terlihat dari Bumi.

Namun, orang-orang di Bumi tidak melihat transit Merkurius setiap tahun, karena setiap planet membutuhkan waktu yang berbeda untuk mengorbit matahari, sehingga Merkurius dan Bumi tidak selalu bertepatan di dua tempat di mana orbitnya bertumpang tindih --yang disebut node-- pada waktu yang sama.

Transit Merkurius yang berlangsung pada Senin terjadi sekitar 5,5 jam. Para pecinta astronomi bisa memotret atau menikmati peristiwa alam ini dengan santai dibandingkan gerhana matahari yang mana puncaknya hanya hitungan menit. (RA)

 

Tags

Komentar