Nov 14, 2019 22:27 Asia/Jakarta
  • Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33.
    Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33.

Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33 digelar di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Kamis, 14 November 2019.

Konferensi tahunan yang diprakarsai Republik Islam Iran ini mengusung tema "Persatuan Umat Islam untuk Membela Masjid al-Aqsa".

400 ulama, tokoh politik, cendekiawan dan akademisi dari 90 negara dunia, termasuk Republik Indonesia berpartisipasi dalam konferensi yang membahas itu-isu penting dunia Islam, terutama Palestina.

Pada pertemuan tingkat dunia ini, 10 pembicara menyampaikan pandangannya, dan penghargaan akan diberikan kepada lima tokoh internasional terkemuka.

Presiden Repubik Islam Iran Hassan Rouhani menyebut Palestina dan al-Quds sebagai prioritas utama dunia Muslim. Dia mengatakan, musuh-musuh dunia Islam ingin agar umat Islam  melupakan masalah Palestina.

"Kebijakan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel bertujuan untuk menghilangkan prioritas ini dari agenda dunia Islam. Namun, masyarakat Muslim tidak membiarkan masalah Palestina dan al-Quds terlupakan," kata Rouhani

Dia menembahkan, umat Islam harus membebaskan Palestina dari cengkeraman musuh, dan Republik Islam Iran berada di garis depan dalam membela bangsa Palestina, dan menentang rezim Zionis dan Amerika Serikat.

Presiden Iran juga menyesalkan sikap kompromis beberapa negara Muslim dengan rezim Zionis, dan penggunaan fasilitas intelijen rezim agresor ini yang digunakan terhadap negara-negara Muslim dan gerakan perlawanan.

Rouhani di bagian lain pidatonya menyinggung berbagai kejahatan AS di kawasan, dan mengatakan, pembantaian terhadap rakyat Afghanistan, Irak dan Yaman yang tertindas, dan pengobaran perpecahan di negara-negara Muslim merupakan dampak dari plot jahat AS di kawasan.

Oleh karena itu, lanjutnya, generasi muda harus memahami bahwa AS tidak akan menjadi teman negara-negara kawasan, dan masalah-masalah regional harus diselesaikan oleh mereka sendiri.

Selain menyampaikan pidato, Presiden Republik Islam Iran juga meresmikan peluncuran 12 buku terpilih dari koleksi karya Forum Pendekatan Mazhab Islam.

Rencananya, para tamu konferensi akan bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.

Selain itu, mereka juga akan menghadiri peluncuran permadani gerakan perlawanan dan pameran prestasi, dan pemberian penghargaan kepada para pahlawan perlawanan, serta para aktivis wanita dan pemuda yang aktif dalam gerakan pembelaan terhadap Palestina.

Konferensi Persatuan Islam tahun ini dibagi menjadi empat komite dan 16 pertemuan khusus akan diadakan, dengan fokus khusus masalah pemuda dan gerakan perlawanan.

Sehari sebelumnya, para tamu konferensi Persatuan Islam mengunjungi makam Imam Khomeini ra untuk memberikan penghormatan kepada pendiri Republik Islam Iran. (RA)

 

Tags

Komentar