Nov 14, 2019 23:21 Asia/Jakarta

Presiden Repubik Islam Iran Hassan Rouhani menyebut Palestina dan al-Quds sebagai prioritas utama dunia Muslim. Dia mengatakan, musuh-musuh dunia Islam ingin agar umat Islam melupakan masalah Palestina.

"Kebijakan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel bertujuan untuk menghilangkan prioritas ini dari agenda dunia Islam. Namun, masyarakat Muslim tidak membiarkan masalah Palestina dan al-Quds terlupakan," kata Rouhani dalam pidatonya di Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33 di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Kamis (14/11/2019).

Dia menambahkan, AS dan rezim Zionis berupaya menjauhkan generasi muda Muslim dari tujuan yang benar, namun musuh gagal melakukannya berkat kewaspadaan dunia Muslim.

Presiden Iran menuturkan bahwa setidaknya selama tiga dekade terakhir, AS dan rezim Zionis telah menjadi akar dari setiap perang, konflik, dan genosida di kawasan Timur Tengah.

"Generasi muda harus memahami bahwa AS bukan teman negara-negara di kawasan dan Muslim dan bahwa masalah-masalah di kawasan harus diselesaikan oleh mereka (rakyat) sendiri," tegasnya.

Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33 digelar di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Kamis, 14 November 2019.

Konferensi tahunan yang diprakarsai Republik Islam Iran ini mengusung tema "Persatuan Umat Islam untuk Membela Masjid al-Aqsa".

400 ulama, tokoh politik, cendekiawan dan akademisi dari 90 negara dunia, termasuk Republik Indonesia berpartisipasi dalam konferensi yang membahas itu-isu penting dunia Islam, terutama Palestina.

Pada pertemuan tingkat dunia ini, 10 pembicara menyampaikan pandangannya, dan penghargaan diberikan kepada lima tokoh internasional terkemuka.

Konferensi Persatuan Islam tahun ini dibagi menjadi empat komite dan 16 pertemuan khusus akan diadakan, di mana petemuan-pertemuan ini akan fokus pada masalah pemuda dan gerakan perlawanan.

Sehari sebelumnya, para tamu konferensi Persatuan Islam mengunjungi makam Imam Khomeini ra untuk memberikan penghormatan kepada pendiri Republik Islam Iran. (RA)

Tags

Komentar