Des 07, 2019 19:49 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi rudal-rudal buatan Iran.
    Ilustrasi rudal-rudal buatan Iran.

Negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, selalu melakukan propaganda terhadap program rudal dan antariksa Iran. Mereka mengesankan kegiatan Iran di bidang pengembangan rudal dan antariksa sebagai ilegal. Namun, Rusia mengambil pendekatan yang bertentangan dengan Barat.

Perwakilan Tetap Rusia di PBB pada hari Jumat (6/12/2019) mengirim sepucuk surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres. Surat itu menekankan bahwa Republik Islam Iran adalah anggota penuh PBB dan anggota dari sejumlah traktat non-proliferasi seperti NPT.

"Iran belum dilarang oleh hukum internasional mana pun untuk mengembangkan program rudal dan antariksanya," tegas surat tersebut.

Rusia menyatakan tak satu pun dari perjanjian dan traktat serta resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, yang mencegah Iran untuk mengembangkan program rudal dan antariksanya.

Dalam konteks resolusi 2231, Iran dilarang melakukan segala kegiatan di bidang rudal balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Sejauh ini tidak ada informasi akurat yang menunjukkan bahwa Iran telah melanggar resolusi tersebut.

Perwakilan Tetap Rusia di PBB meminta Antonio Guterres dan ketua periodik Dewan Keamanan untuk mendaftarkan surat tersebut sebagai dokumen resmi dan melampirkannya dalam laporan tentang evaluasi pelaksanaan resolusi 2231 Dewan Keamanan.

Dewan Keamanan dijadwalkan akan menggelar sidang pada 11 Desember mendatang untuk membahas laporan sekjen PBB mengenai perkembangan pelaksanaan resolusi tersebut.

Pada 4 Desember lalu, pemerintah Jerman, Prancis, dan Inggris dalam sebuah surat kepada sekjen PBB, mengklaim bahwa sebagian dari rudal Iran "tidak sesuai" dengan ketentuan resolusi 2231. Sebaliknya, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB dalam suratnya kepada Antonio Guterres, menegaskan kegiatan rudal Iran tidak melanggar resolusi PBB.

Dewan Keamanan PBB.

AS dan sekutunya di Eropa – yang berusaha memonopoli teknologi canggih – menuding Iran sedang melakukan uji coba rudal yang melanggar resolusi 2231 dan meminta Tehran untuk menghentikan program rudalnya.

Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O'Brien dalam wawancara dengan Fox News, mengatakan Iran harus menghentikan program rudal dan nuklirnya.

Resolusi 2231 Dewan Keamanan hanya meminta Iran untuk tidak memproduksi rudal dengan hulu ledak nuklir, dan negara ini juga berulang kali menyatakan bahwa pihaknya tidak merancang rudal yang bisa membawa hulu ledak nuklir.

Menurut Washington, kelemahan resolusi 2231 adalah mengizinkan Iran melakukan uji coba rudal balistik.

Ketua Kelompok Aksi Iran di Departemen Luar Negeri AS, Brian Hook mengatakan salah satu kelemahan kesepakatan nuklir JCPOA adalah mengakhiri larangan uji coba rudal balistik oleh Iran.

Pernyataan ini menunjukkan AS benar-benar menyadari bahwa resolusi 2231 tidak melarang Iran melakukan uji coba rudal.

Menanggapi komentar Hook, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di akun Twitter-nya menulis, "Brian Hook telah memberikan teguran pada waktunya kepada negara-negara Eropa anggota JCPOA dan secara terbuka mengakui bahwa uji coba rudal tidak dilarang oleh resolusi 2231 Dewan Keamanan."

Program rudal Iran bertujuan untuk pertahanan negara dan uji coba yang dilakukan untuk memperbaiki tingkat akurasi rudal-rudal balistik. Republik Islam juga selalu menekankan haknya untuk mengembangkan program rudal demi mempertahankan diri. (RM)

Tags

Komentar