Des 10, 2019 22:04 Asia/Jakarta
  • Abbas Mousavi
    Abbas Mousavi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Sayid Abbas Mousavi saat merespon statemen ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa mengatakan, Republik Islam Iran menolak segala bentuk pemanfaatan HAM sebagai alat poitik melawan negara indepeden.

Josep Borrell, ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa Ahad (08/12) di statemen intervensifnya menuding Iran melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan menindak keras para demonstran.

Sayid Abbas Mousavi seraya mengungkapkan penyesalannya atas statemen ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa yang baru, menyebut statemen ini dirilis karena informasi keliru dan berorientasi serta menekankan, menjaga hak rakyat bagi Republik Islam Iran sebagai pemerintahan demokratis adalah prinsip dan keharusan keamanan nasional Iran.

Jubir Kemenlu Iran mengungkapkan, kinerja Republik Islam selama empat dekade lalu dengan baik menunjukkan bahwa Tehran senantiasa berusaha meningkatkan standar HAM dan menjaga hak rakyat serta protes warga dan konsentrasi juga termasuk hak yang diakui oleh negara ini.

"Iran menyeru Uni Eropa untuk memperhatikan secara serius pelanggaran HAM di sejumlah negara anggota atau sekutunya, melaksanakan komitmennya di JCPOA dan pelanggaran hak lebih dari 80 juta warga Iran akibat sanksi tak manusiawi dan sepihak Amerika," kata Mousavi. (MF)

 

Tags

Komentar