Des 29, 2019 18:23 Asia/Jakarta

Panglima Angkatan Laut Militer Republik Islam Iran Laksamana Hossein Khanzadi mengatakan, periode cengkeraman Amerika Serikat di kawasan dan pamer kekuatan Angkatan Laut (AL) negara itu di wilayah Teluk Persia dan kawasan telah berakhir.

Hal itu dikatakan Khanzadi dalam jumpa pers di sela-sela latihan militer gabungan AL Iran, Rusia dan Cina di Samudera Hindia utara, Minggu (29/12/2019).

"Amerika telah berusaha keras untuk mengisolasi Republik Islam Iran. Tetapi upaya mereka belum berhasil. Latihan bersama AL Iran, Rusia, dan Cina menggambarkan hal ini dengan sangat baik. Kami tentu tidak terisolasi, dan jika ada, kami bekerja sama dan bekerja lebih erat dengan sekutu kami daripada sebelumnya," kata Khanzadi.

Dia menambahkan, kerja sama pertahanan dan keamanan laut dengan latihan baru-baru ini mencerminkan perkembangan hubungan dan kerja sama antara ketiga negara di tingkat tertinggi, di mana ini menekankan bahwa upaya AS untuk membuat kawasan itu tidak aman semakin memudar.

"Kami mengundang semua negara di kawasan ini untuk bergabung dengan kerja sama regional semacam ini untuk waktu berikutnya guna memastikan keamanan terbaik di kawasan," ujarnya.

Khanzadi menjelaskan, hari ini, mereka yang tidak mengharapkan koalisi regional yang dipimpin Iran dan menginginkan isolasi terhadap negara ini serta menjatuhkan sanksi kejam terhadap Republik Islam, sedang melihat bahwa semua investasi dan sanksi yang mereka kenakan tidak hanya terbuang sia-sia, namun tindakan itu membawa konvergensi dan persatuan kekuatan regional, dan wilayah ini akan berdiri di atas kakinya sendiri.

Menurut Panglima AL Militer Iran, sejauh ini, AS telah melakukan segala upaya untuk memaksakan pengaturan keamanan yang tidak diinginkan di kawasan, seperti pembajakan di mana mereka terlibat secara tidak langsung. Dengan cara ini, mereka ingin menekan negara-negara di kawasan untuk membayar lebih demi keamanan ekonomi bebas.

"Musuh telah memberlakukan sanksi terhadap Iran selama 40 tahun terakhir, dan berusaha mengucilkan dan mengisolasi Republik Islam Iran. Namun sanksi ini gagal, dan justru membuat kekuatan-kekuatan regional bersatu," pungkasnya.

Republik Islam Iran, Rusia dan Cina telah memulai manuver maritim bersama pada Jumat pagi, 27 Desember 2019 di Samudera Hindia utara dan perairan terbuka yang meliputi area seluas 17.000 kilomter persegi.

Latihan militer gabungan AL tersebut bersandi "Marine Security Belt" dan akan berlangsung selama empat hari.

Manuver AL gabungan Iran, Rusia dan Cina merupakan inisiatif pertama sejak kemengan Revolusi Islam 1979 di Iran yang menggulingkan rezim Shah Pahlevi, boneka Amerika Serikat.

Manvuer bersama Iran, Cina dan Rusia dilakukan di tengah upaya AS untuk mengajak negara-negara dunia masuk ke dalam koalisi maritim untuk berpatroli di Teluk Persia. Upaya ini kurang mendapat tanggapan dari sekutu Washington.

Iran telah menyatakan kesiapan untuk bekerja dengan negara-negara tetangganya untuk mengamankan Teluk Persia dengan menawarkan inisiatif regional HOPE (Hormuz Peace Endeavour). (RA)

Tags

Komentar