Jan 11, 2020 18:50 Asia/Jakarta

Komandan Pasukan Dirgantara, Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC terkait insiden jatuhnya pesawat komersil milik maskapai penerbangan Ukraina mengatakan, insiden ini adalah akibat gangguan dan ketegangan yang dicptakan Amerika Serikat di kawasan.

Sebuah pesawat komersil milik maskapai penerbangan Ukraina, Rabu (8/1/2020) pagi jatuh di dekat bandara Imam Khomeini, Tehran, menewaskan seluruh penumpang dan awaknya.

Brigjen Amir Ali Hajizadeh, Sabtu (11/1) mengatakan, akibat ancaman Amerika dan banyaknya pesawat musuh yang terbang di sekitar Iran, angkatan bersenjata negara ini berada dalam posisi siaga penuh, dan sangat disesalkan akibat keputusan satu orang, insiden ini terjadi.

Hajizadeh menambahkan, Amerika mengancam akan menyerang 52 target di Iran, dan wajar jika sistem pertahanan yang ditempatkan di Tehran dalam posisi siaga penuh.

Komandan Pasukan Dirgantara IRGC terkait penyelidikan yang dilakukan oleh level yang lebih tinggi, dan Mahkamah Agung Iran menjelaskan, Organisasi Penerbangan Sipil Iran tidak berpengalaman menangani pesawat yang tertembak rudal, dan percaya bahwa jika rudal mengenai pesawat, maka pesawat pasti meledak di udara, namun kenyataannya pesawat Ukraina meledak saat mendarat.

Brigjen Hajizadeh menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran sama sekali tidak berusaha menutupi kenyataan, dan ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban insiden ini.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Khamenei, Sabtu (11/1) menginstruksikan Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap realitas jatuhnya pesawat Ukraina. (HS)  

Tags

Komentar