Jan 18, 2020 11:14 Asia/Jakarta

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam shalat Jumat Tehran (17/01/2020) menyinggung partisipasi luas bangsa Iran dalam prosesi duka perpisahan dan penghormatan terakhir dengan Syahid Qasem Soleimani, bersama sejumlah orang lainnya, dan balasan telak Sepah Pasdaran Iran dalam serangan rudal ke pangkalan militer Ain Al-Assad sebagai dua Yaumullah yang menjadi pelajaran dan penentu.

"Bangsa Iran dalam partisipasi ini menunjukkan batinnya, yaitu tegar menghadapi para setan dan satu-satunya jalan untuk melanjutkan jalur kejayaan ini adalah Iran harus lebih kuat di segala bidang," ungkap Rahbar.

Bangsa Iran selama 41 tahun lalu telah berkali-kali mengalami hari-hari sensitif dan menentukan. Setiap dari hari-hari besar ini menjadi titik bersejarah dengan dampak yang langgeng.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Bangsa Iran telah melewati periode sulit perang yang dipaksakan dengan kemenangan dan berhasil mengubah segala kesulitan dan ancaman menjadi peluang. Iran bukan hanya terkenal di bidang pertahanan dan pencegahan, tetapi di sektor-sektor lain juga seperti pemilihan umum hingga menjadi yang terdepan di bidang sains dan teknologi. Bangsa Iran berhasil melewati ujian-ujian besar politik dihadapan segala bentuk tekanan dan konspirasi.

Poin penting yang ditekankan dari khotbah Jumat Rahbar adalah bersandar pada kekuatan bangsa Iran dalam menghadapi musuh.

Dalam hal ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyinggung salah satu Yaumullah di pekan-pekan terakhir terkait serangan balasan tegas Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap Amerika Serikat seraya menekankan, "Respons kuat ini adalah pukulan militer efektif, tetapi yang lebih penting dari pukulan militer ini adalah pukulan reputasi yang merusak kewibawaan adidaya Amerika Serikat."

"Pukulan keras reputasi ini tidak akan bisa ditebus dengan apapun dan peningkatan sanksi yang disampaikan AS beberapa hari ini juga tidak bisa mengembalikan harga diri mereka yang telah hilang," tambah Rahbar.

Pengalaman menunjukkan bahwa berdiri tegak menghadapi musuh dan konspirasinya harus dari segala arah, baik dari sudut pandang militer dan keamanan begitu juga dari sisi ekonomi, sains dan semua bidang yang lain harus kuat dan dengan ada kehendak. Perlu ada manajemen dan keberanian dalam menghadapi musuh.

Jelas, sebagaimana Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran telah pernah mengingatkan bahwa permusuhan ini bukan musiman dan di satu periode, tetapi senantiasa ada dan membayangkan permusuhan Amerika Serikat terhadap Iran telah mencapai titik terakhir merupakan kesalahan strategis. Faktanya, kehadiran Amerika Serikat di kawasan dan pengiriman pasukan As ke negara-negara seperti Irak dan Afghanistan pada dasarnya sumber dari kebanyakan masalah kawasan.

Ayatullah Khamenei dalam hal ini menyinggung peran Pasukan Quds IRGC dan semua jajaran angkatan bersenjata baik Pasdaran, Militer dan Basij yang memiliki landasan berpikir dengan tujuan ilahi, seraya menjelaskan, "Pasukan Quds posisinya adalah pasukan tanpa teritorial. Di mana saja mereka dibutukan untuk membantu bangsa-bangsa regional dan melindungi martabat kaum lemah, mereka akan hadir dan dengan segala wujud dan kemampuannya akan menjadikan dirinya sebagai perisai hal-hal yang disucikan."

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebut pekerjaan paling penting Pasukan Quds adalah menjauhkan bayang-bayang perang, teror dan perusakan dari Iran yang mulia. Rahbar menekankan, "Bagian penting dari keamanan Iran adalah hasil dari usaha para pemuda mukmin yang berada di bawah komando Haji Qasem yang mulia dan selama bertahun-tahun sibuk melakukan jihad dan pengorbanan."

Hari ini, hasil dari usaha ini adalah perubahan kondisi kawasan dan konstelasi politik dan militer, dimana bangsa dan negara yang dipilih rakyat tidak lagi dapat menerima kehadiran intervensif Amerika Serikat. Ini berarti perubahan penting dan strategis di kawasan dan bahkan di tingkat internasional. Perubahan ini menunjukkan bahwa periode dominasi Amerika Serikat dan penjajahan serta kebusukan rezim-rezim despotik di kawasan telah menurun jauh.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Tidak diragukan lagi bahwa jalan menghadapi segala konspirasi adalah mempertahankan persatuan nasional, manajemen, keberanian dan tidak takut akan segala ancaman musuh. Dari sini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran di akhir dari khotbah Jumatnya kepada semua bangsa muslim di kawasan menekankan, "Dunia Islam harus membuka lembaran baru dan membangkitkan kesadaran, juga hati nuraninya, kepercayaan diri sendiri untuk bangkit, dan semua tahu bahwa jalan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa dengan kebijaksanaan, perlawanan dan keberanian menghadapi musuh."

Tags

Komentar