Jan 20, 2020 23:56 Asia/Jakarta
  • Rahbar, Ayatullah Khamenei
    Rahbar, Ayatullah Khamenei

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menilai sendi-sendi pemikiran Islam dan penjelasan cotohnya termasuk resistensi Republik Islam Iran sangat menarik bagi dunia.

"Alasan kemarahan AS terhadap bangsa Iran adalah kekaguman atas resistensi sebuah pemerintah independen dihadapan pengganggu," ungkap Rahbar.

Ayatullah Khamenei Senin (20/01) saat bertemu dengan staf penyelenggara ibadah haji Iran menekankan pemanfaatan peluang ibadah haji untuk menyampaikan ucapan baru Republik Islam kepada dunia, yakni teladan demokrasi religius.

"Teladan demokrasi religius tidak terkenal bagi dunia dan sebaliknya jutaan alat propaganda saat ini aktif melawan Republik Islam. Ibadah haji dapat dijadikan peluang untuk menjelaskan teladan dan model ini serta isu-isu seperti alasan permusuhan AS dan logika bangsa Iran yang tidak pernah bersedia tunduk," papar Ayatullah Khamenei.

Ayatullah Khamenei seraya menekankan pentingnya isu haji sebagai sebuah gerakan politik, ideologi dan sosial menambahkan, "Masih banyak negara yang lalai akan sisi penting dan fungsi urgen haji, namun haji sebuah titik pergerakan seirus dan internasional serta diharapkan umat Islam meraih keuntungan besar darinya."

Rahbar juga mengisyaratkan beragam upaya kekuatan dunia untuk mencegah terbentuknya umat Islam yang satu dan mengatakan, "Umat Islam dalam arti sebenarnya adalah sebuah kesatuan yang utuh yang melangkah dengan tekad dan tujuan bersama, tapi sampai saat ini umat seperti ini belum terbentuk dan sangat disayangkan dihadapan seruan baik untuk menggalang persatuan Islam malah marak beragam tudingan, gesekan dan perang di negara-negara Islam."

Ayatullah Khamenei menilai maksud Amerika dari ucapannya bahwa Iran harus berubah menjadi negara normal adalah Republik Islam harus menghentikan ucapan barunya bagi dunia yakni menggabungkan suara rakyat dengan ideologi Islam serta prinsip agama dalam membentuk dan mengelola masyarakat.

"Merefleksikan dasar-dasar politik pemerintah Republik Islam dan menjelaskan ucapan barunya bagi dunia, salah satu misi penting dan harus di ibadah haji," tegas Rahbar. (MF)

 

Tags

Komentar