Jan 20, 2020 21:30 Asia/Jakarta
  • Jawaban Tegas Iran untuk Troika Eropa

Republik Islam Iran memberikan kesempatan 1,5 tahun kepada Eropa untuk memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan nuklir JCPOA setelah Amerika Serikat keluar dari kesepakatan itu pada Mei 2018 dan mengembalikan sanksi terhadap Tehran.

Iran sejak Mei 2019 mengambil lima langkah bertahap untuk mengurangi komitmen kesepakatan. Troika Eropa (Inggris, Prancis, dan Jerman) menjadikan hal itu sebagai alasan untuk mencetuskan mekanisme penyelesaian sengketa dalam JCPOA. Langkah ini berpotensi membawa kasus nuklir Iran ke Dewan Keamanan PBB dan kembalinya sanksi-sanksi PBB terhadap tehran secara otomatis.

Keputusan Troika Eropa mengundang reaksi keras dari Republik Islam. Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan pada hari Senin (20/1/2020) bahwa Iran akan meninggalkan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) jika Eropa bersikeras pada perilaku mereka yang tidak dapat dibenarkan atau merujuk masalah nuklir Iran ke Dewan Keamanan.

"Kementerian Luar Negeri Iran sedang menindaklanjuti keputusan negara-negara Eropa untuk meluncurkan mekanisme penyelesaian sengketa dalam JCPOA. Tehran secara resmi telah memulai diskusi tentang mekanisme penyelesaian sengketa sejak 8 Mei 2018 setelah AS keluar dari kesepakatan," tambahnya.

Inggris, Prancis, dan Jerman dalam sebuah pertemuan di Brussels pada 14 Januari lalu, secara resmi meluncurkan mekanisme penyelesaian sengketa yang ada dalam kesepakatan nuklir JCPOA.

Mohammad Javad Zarif.

Troika Eropa mengklaim bahwa keputusan itu tidak bertujuan untuk mengembalikan sanksi, tetapi sedang mencari cara untuk menyelamatkan JCPOA. Namun menurut Tehran, tindakan Eropa tidak dapat dibenarkan dan hanya akan meningkatkan ketegangan.

Zarif memperingatkan bahwa langkah Eropa membawa kasus nuklir Iran ke Dewan Keamanan, akan diikuti oleh keputusan kami keluar dari NPT, seperti yang disampaikan Presiden Hassan Rouhani pada Mei 2019 dalam suratnya kepada negara-negara Eropa anggota JCPOA.

Para pemimpin Eropa lupa bahwa Iran telah melaksanakan kesepakatan nuklir dalam konteks kepentingan nasionalnya dan setelah salah satu anggota JCPOA yaitu AS keluar dari kesepakatan dan menerapkan kembali sanksinya, Tehran berharap Troika Eropa memenuji kewajibannya dan menutupi kerugian yang diakibatkan oleh keputusan Washington.

Eropa seharusnya mengambil tindakan untuk mengurangi dampak negatif sanksi AS dengan mempertahankan hubungan ekonomi, perdagangan, dan pembelian minyak dengan Iran.

"Berharap Iran memenuhi seluruh komitmennya sebelum Eropa mengambil tindakan untuk menyelamatkan JCPOA adalah tidak rasional dan tidak dapat dipenuhi," kata Saeed Mohammadi, pakar masalah internasional asal Iran.

Menlu Iran menekankan bahwa semua langkah Tehran dapat dipulihkan jika Troika Eropa memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan. Namun, tegasnya, jika Eropa mempertahankan sikapnya berdasarkan permainan politik, kami juga memiliki banyak opsi.

Pada dasarnya, menlu Iran percaya bahwa sebelum perselisihan saat ini antara Troika Eropa dan Iran memasuki fase yang berbahaya, lebih baik negara-negara Eropa meninjau ulang pendekatannya dan memenuhi kewajibannya dalam JCPOA sehingga Tehran juga mengambil langkah serupa. (RM)

Tags

Komentar