Jan 21, 2020 21:19 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi kekuatan pertahanan Angkatan Bersenjata Iran.
    Ilustrasi kekuatan pertahanan Angkatan Bersenjata Iran.

Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Amir Hatami mengatakan Republik Islam dengan bersandar pada kekuatan dan kapasitas internal, akan membalas setiap ancaman di level manapun.

Menurutnya, kekuatan defensif adalah sarana untuk membentuk kekuatan dan pertahanan yang mumpuni di semua bidang dan pada dasarnya ia akan mendorong kemajuan seluruh komponen kekuatan di Republik Islam.

Pasca kemenangan revolusi, Amerika Serikat selalu berusaha memperlemah kekuatan dan mencegah kemajuan bangsa Iran, khususnya di sektor pertahanan. AS menetapkan sebuah tujuan strategis sejak hari pertama berdirinya Republik Islam Iran yaitu menggulingkan pemerintahan yang baru berdiri ini.

Menurut ungkapan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, para pejabat AS tidak pernah menghapus rencana pendongkelan dari pikirannya selama 40 tahun terakhir.

"Salah satu pejabat tinggi AS pernah berkata kepada saya seperti ini, saya dan Bush sepaham mengenai pergantian sistem Iran. Yang membedakan kami adalah bahwa saya menyadari tidak mampu melakukan itu, tapi Bush beranggapan mampu melakukannya," ungkap Zarif dalam pertemuan dengan anggota parlemen Iran pada Senin kemarin.

Pernyataan tersebut mengindikasikan sikap arogan AS yang tidak hanya dalam berurusan dengan Iran, tetapi dengan komunitas internasional dan bahkan sikap kurang ajar ini ditunjukkan kepada Eropa, Cina, dan Rusia.

Kebijakan strategis Iran adalah melakukan pertahanan dan mencegah meningkatnya konflik di kawasan. Namun jika ada ancaman dari agresor, Iran tidak ragu-ragu untuk memberikan balasan kepada para agresor dan teroris. Angkatan Bersenjata Iran memiliki kesiapan, tekad, dan keberanian untuk melawan mereka dan tidak pernah ragu untuk membela cita-cita, negara, dan bangsanya.

Di masa lalu, bangsa Iran telah melewati masa-masa genting dengan kemenangan seperti pada masa perang yang dipaksakan. Demikian juga dengan aksi mereka menggagalkan konspirasi-konspirasi musuh.

Doktrin pertahanan Iran disusun untuk tujuan menjaga wilayah teritorial, kepentingan nasional, dan stabilitas regional di dua level strategis yaitu menjamin keamanan nasional serta menjaga stabilitas dan keamanan regional.

Iran memperkuat kemampuan militernya dengan belajar dari pengalaman era pertahanan suci dan bersandar pada kapasitas internal. Pengalaman yang diperoleh dari era pertahanan suci memiliki nilai-nilai moral, politik, dan militer yang harus dilestarikan dan diperkuat.

Saat ini salah satu program prioritas Angkatan Bersenjata Iran adalah memperkuat kemampuan pertahanan di semua bidang. Kapasitas pertahanan, pencegahan, dan ofensif militer Iran ditingkatkan sesuai dengan level ancaman di tiga bidang yaitu darat, laut, dan udara, serta perang asimetris.

Panglima Militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan bahwa Iran tidak mencari perang dengan negara manapun. Iran tidak akan pernah memulai perang, tapi cukup mahir dalam membela dirinya. (RM)

Tags

Komentar