Jan 22, 2020 20:31 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Mousavi.
    Sayid Abbas Mousavi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan musuh dengan meneror Komandan Pasukan Quds Letnan Jenderal Qasem Soleimani, berusaha mengurangi pengaruh dan kehadiran Iran di kawasan.

"Kehadiran kuat dan pengaruh moral Republik Islam Iran di kawasan akan terus berlanjut," tegas Sayid Abbas Mousavi ketika berbicara sebagai narasumber dalam program "Bahse Roz" Radio Iran, Rabu (22/1/2020).

Menurutnya, pembunuhan Letjen Soleimani adalah sebuah kehilangan yang tidak bisa ditutupi, tapi berkah darah syahid ini telah melahirkan sebuah energi besar di dunia.

"Warga di berbagai belahan dunia secara spontanitas berkumpul di depan kedutaan-kedutaan AS untuk mengecam tindakan terorisme rezim tersebut," ujarnya.

Mousavi menjelaskan bahwa berkah pertama dari darah syahid Soleimani dan rekan-rekannya adalah tuntutan serentak pemerintah dan rakyat Irak untuk mengusir pasukan agresor AS dari negara itu.

"Parlemen Irak telah mensahkan sebuah undang-undang yang didukung oleh pemerintah dan rakyat Iran serta seluruh bangsa regional," tandasnya.

Dia menuturkan akar dari semua instabilitas, konflik, dan perpecahan adalah intervensi asing di kawasan. "Kehadiran AS dan sekutunya di kawasan tidak membawa apapun kecuali kebencian, perang, dan pertumpahan darah," pungkas Mousavi.

Komandan Pasukan Quds Iran, Letjen Qasem Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, gugur syahid dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan teroris AS di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari lalu. (RM)

Tags

Komentar