Jan 22, 2020 20:50 Asia/Jakarta

Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Republik Islam Iran Mohammad Javad Azari Jahromi mengatakan, peluncuran satelit baru, Zafar ke luar angkasa adalah proyek penelitian penting yang kami harap akan berhasil.

Hal itu dikatakan Azeri Jahromi sela-sela sesi rapat kabinet hari ini, 22 Januari 2020 ketika menyinggung rencana peluncuran satelit baru Zafar buatan Iran ke ruang angkasa.

"Satelit Zafar memiliki tiga misi, yang pertama adalah untuk mengirim kembali gambar resolusi tinggi ke bumi untuk penggunaan terukur dalam bidang pertanian dan krisis alam. Misi kedua adalah telekomunikasi, di mana satelit ini memiliki 256 saluran komunikasi aktif. Dan misi ketiga adalah mengumpulkan informasi ruang angkasa untuk para ilmuwan di bidang ruang angkasa," jelasnya.

Dia menambahkan, satelit Zafar berbobot 113 kg dan akan ditempatkan di orbit lebih dari 500 km di atas bumi. Satelit Zafar dan roket pembawa satelit (Simorgh), lanjutnya, adalah proyek penelitian penting, dan kami berharap peluncurannya akan berhasil.

"Peluncuran satelit Zafar akan diliput oleh media nasional. Ini adalah upaya ilmiah. Kami berharap ini akan berhasil. Ada dua versi satelit ini dan jika peluncuran yang pertama tidak berhasil, kami akan memiliki usaha kedua," pungkasnya.

Satelit Zafar 1 dan 2 adalah satelit yang diproduksi oleh para ilmuwan Republik Islam Iran. Satelit ini telah diserahkan ke Badan Antariksa Iran dalam acara di Universitas Sains dan Teknologi pada hari Minggu, 19 Januari 2020.

Sebelumnya, Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran mengatakan, satelit Zafar 1 dan 2, telah diserahkan ke Badan Antariksa Iran dan akan dikirim ke dalam orbit dalam waktu dekat.

"Satelit Zafar 1 dan 2, yang telah dirancang oleh para ilmuwan Iran, telah lolos uji coba, dan proses peluncuran mereka akan segera dimulai," kata Azari Jahromi dalam sebuah tweet pada hari Minggu.

Dia menggambarkan perkembangan satelit-satelit ini dan peluncurnya sebagai langkah besar dalam program luar angkasa Iran.

"Dua versi Zafar telah diproduksi oleh para ilmuwan muda Iran, yang keduanya secara teknologi lebih unggul dari yang kami produksi sebelumnya," imbuhnya.

Zafar, yang dirancang oleh Universitas Sains dan Teknologi Iran, adalah satelit penginderaan jauh yang dilengkapi dengan kamera warna dan dapat digunakan untuk mensurvei cadangan minyak, tambang, hutan dan bencana alam. Jika peluncuran berhasil, itu akan mengorbit bumi pada ketinggian 530 km.

Satelit Zafar kemungkinan akan diluncurkan oleh Kendaraan Peluncuran Satelit Simorgh Iran, yang juga disebut Safir-2.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Antariksa Iran Hossein Samimi mengatakan, Iran sekarang mampu membuat mesin luar angkasa.

"Iran telah mencapai pengetahuan untuk memproduksi mesin luar angkasa; mesin seperti itu sebelumnya hanya dibuat oleh AS," kata Samimi kepada Mehr News.

Dia menambahkan, pencapaian baru mencakup desain dan pengembangan berbagai sampel versi petama "mesin ruang ankasa Arash", di mana sampel ini telah berhasil diuji pada akhir 2019.

Samimi lebih lanjut menyinggung perkembangan pesat di sektor luar angkasa Iran, dan mengatakan, mesin ruang angkasa tidak diperlukan sebelumnya karena satelit Iran dimasukkan ke dalam orbit rendah di masa lalu, namun, sekarang kami ingin mengirim satelit ke orbit tinggi sehingga kami membutuhkan mesin seperti itu.

"Mesin luar angkasa Arash akan dimasukkan ke dalam sistem transfer orbital untuk membantu mendorong satelit dari orbit rendah ke orbit tinggi," jelasnya.

Para ilmuwan Iran dalam beberapa tahun terakhir telah membuat kemajuan menakjubkan dalam pengembangan program luar angkasa Iran.

Iran meluncurkan satelit pertama yang dibuat secara lokal, Omid (harapan), pada tahun 2009. Iran juga mengirim bio-kapsul pertamanya yang  membawa makhluk hidup ke luar angkasa pada Februari 2010, menggunakan roket pembawa Kavoshgar-3. (RA)

Tags

Komentar