Jan 27, 2020 18:14 Asia/Jakarta
  • Yusuf bin Alawi dan Mohammad Javad Zarif
    Yusuf bin Alawi dan Mohammad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada perhentian singkat di Tehran sekembalinya dari Davos, Swiss, pada hari Minggu, 26 Januari.

Hubungan bilateral dan regional, khususnya kerja sama antara Iran dan Oman di Selat Hormuz, adalah fokus pembicaraan Zarif dan Bin Alawi. Kedua menteri luar negeri itu menekankan kelanjutan kerja sama dan konsultasi pemerintah masing-masing yang bertujuan untuk memastikan keselamatan maritim dan keamanan energi untuk semua, dan meminta semua pihak untuk memainkan peran positif dalam proses ini.

Yusuf bin Alawi dan Mohammad Javad Zarif

Beberapa waktu lalu ada pembicaraan tentang pembentukan koalisi militer di Selat Hormuz oleh Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengawal kapal dagang dan kapal tanker minyak. Washington pertama kali muncul dengan ide untuk koalisi itu dalam pertemuan para menteri pertahanan anggota NATO di Brussels Juni lalu.

Gedung Putih mengejar berbagai tujuan dalam hal ini. Ada tiga aspek umum untuk tujuan ini:

Pertama, memunculkan gelombang baru "Iranphobia" dan peningkatan tekanan terhadap Republik Islam Iran untuk menginternasionalisasikan jalur laut dengan menebar isu tidak ada keamanan bagi pelayaran kapal-kapal di Teluk Persia.

Kedua, tujuan Amerika dalam menerapkan isu ini adalah menciptakan situasi di mana Iran menghadapi tantangan keamanan baru di tingkat trans-regional.

Ketiga, dalam rantai target regional AS untuk melanjutkan perdagangan senjata yang menguntungkan ke negara-negara Arab di kawasan. Kebijakan ini telah diupayakan lebih kuat dengan berkuasanya Trump, dimana ia menggambarkan para syeikh Arab di kawasan sebagai "sapi perah".

Trump menciptakan krisis untuk mendesak negara-negara Arab di kawasan untuk membayar lebih bagi peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat dan pada saat yang sama menuntut negara-negara pengimpor minyak utama, termasuk Jepang dan Korea Selatan untuk campur tangan dalam proses pengamanan Selat Hormuz.

Dalam skenario ini, AS kemungkinan akan berusaha untuk meletakkan dasar bagi undang-undang baru yang mencakup koalisi internasional di Teluk Persia, Selat Hormuz dan Laut Oman.

Pergerakan ini berlanjut sementara tuntutan dan persyaratan khusus geopolitik Teluk Persia dan Selat Hormuz sedemikian rupa sehingga tidak ada kekuatan di dunia yang dapat menggantikan peran Iran dalam menjaga keamanan jalur laut global yang penting ini yang merupakan arteri utama transfer energi di dunia.

Seyed Abbas Araghchi, Deputi Urusan Politik Menteri Luar Negeri Iran bulan Agustus tahun lalu dalam kunjungannya ke Perancis sebagai utusan khusus Presiden Iran mengatakan bahwa Iran mengamankan Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan siapa pun mengganggu keamanan penyeberangan laut yang sensitif ini.

Iran telah mengusulkan "Prakarsa Damai Hormuz" kepada negara-negara kawasan yang isinya menjamin keamanan semua negara yang dalam kerangka hukum internasional menginginkan perdagangan bebas dan aman kapal laut di kawasan Teluk Persia. Tujuan dari rencana ini adalah untuk bekerja sama mengatasi ancaman bersama dan untuk menyelesaikan semua ketegangan dan konflik regional secara damai dengan meningkatkan komunikasi antara negara-negara kawasan.

Prakarsa Damai Hormuz

Republik Islam Iran meyakini kerja sama antara negara-negara di kawasan itu untuk menginternalisasi keamanan di Teluk Persia. Tehran menjadi tuan rumah pertemuan dialog regional tentang Prakarsa Damai Hormuz di awal Januari.

Berbicara di pertemuan ini, menyinggung tantangan keamanan kolektif di kawasan, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, "Paradigma yang telah dipaksakan terhadap kawasan Asia barat saat ini, diketahui atau tidak, telah direproduksi oleh sebagian di kawasan dengan prinsip bahwa senjata Amerika Serikat dan perang akan membawa keamanan."

Pengalaman tahun-tahun terakhir dan proses transformasi yang ada menunjukkan bahwa keamanan di kawasan membutuhkan perubahan prinsip dalam kerangka kerja sama regional.

Penekanan menteri luar negeri Iran dan Oman akan kerja sama dan pembicaraan dengan tujuan menjamin keselamatan maritim dan keamanan energi bagi semua serta permintaan bagi semua pihak agar memainkanp eran positif dalam proses ini bersandar pada pandangan ini.

Tags

Komentar