Jan 27, 2020 18:34 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Mousavi
    Sayid Abbas Mousavi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, Presiden Amerika Serikat tidak mampu memahami sejarah dan identitas bangsa Iran. Menurutnya, Donald Trump yang hanya tahu klub malam dan uang, bagaimana mungkin menghargai budaya dan identitas sejarah.

Fars News (27/1/2020) melaporkan, Sayid Abbas Mousavi, Senin (27/1) menuturkan, para pemain terpenting di arena internasional menunjukkan perilaku yang bersumber dari identitas, latar belakang sejarah, kepercayaan dan ideologi mereka.

Ia menambahkan, jika kita mengetahui bahwa Republik Islam Iran penyeru dialog peradaban dan budaya, jika kita tahu Iran adalah pihak yang mengusulkan ide dunia bersih dari kekerasan dan ekstremisme, jika kita tahu Iran selalu menekankan perdamaian, dialog dan interaksi dengan negara-negara dunia khususnya negara tetangga, maka semua ini bersumber dari sebuah latar belakang sejarah kuat yang di dalamnya ia tumbuh dan berkembang.

Mousavi menerangkan, berbeda dengan teman-teman yang lain, saya tidak terkejut Trump mengancam menyerang Iran termasuk menyerang situs-situs kebudayaan, meskipun negara itu usianya tidak sampai seperduapuluh sejarah Iran yang berusia 7000 tahun.

Jubir Kemenlu Iran menegaskan, seorang presiden yang tidak pernah melihat apapun kecuali klub malam dan uang, tidak berinteraksi dengan dunia selain karena uang dan perdagangan ilegal, bagaimana mungkin menghargai pusat-pusat kebudayaan dan identitas sejarah. Apa yang ia pahami tentang semua ini. (HS)

Tags

Komentar