Feb 08, 2020 16:17 Asia/Jakarta
  • Pertemuan ​jajaran staf komandan dan pasukan AU dengan Rahbar    ​
    Pertemuan ​jajaran staf komandan dan pasukan AU dengan Rahbar ​

Dinamika Iran selama beberapa hari terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pertemuan antara Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei dengan ribuan rakyat Iran memperingati kemenangan Revolusi Islam.

Isu lainnya mengenai pertemuan jajaran staf komandan dan pasukan AU Iran dengan Rahbar, Iran menuntut Trump di pengadilan internasional,  AS menutup saluran transaksi perbankan impor obat Iran, roket Simorgh dan satelit Zafar siap siluncurkan, penghargaan untuk buku terbaik di Iran, Iran Mengevakuasi mahasiswanya dari Wuhan.

 

Pertemuan Ribuan Warga Iran dengan Rahbar

Ribuan warga Republik Islam Iran dari berbagai kalangan masyarakat bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei di Huseniyah Imam Khomeini, Tehran, Rabu (5/2/2020).

Pertemuan tersebut digelar dalam rangka memperingati Dahe Fajr (10 Fajar Kemenangan) dan menjelang peringatan ke-41 Kemenangan Revolusi Islam Iran. Tanggal 1 Februari yang bertepatan dengan tanggal 12 Bahman merupakan awal dari epik Dahe Fajr di Iran.

Rahbar dalam pertemuan tersebut menyinggung sejumlah masalah penting dalam pandangan Republik Islam mengenai dinamika domestik, regional dan global.

Pertama, penekanan terhadap partisipasi seluruh elemen bangsa Iran dalam setiap peristiwa yang sensitif dan menentukan di dalam negeri. Pasca kemenangan Revolusi Islam, Iran memasuki era baru dengan salah satu parameter pentingnya adalah pembentukan sistem demokrasi religius dan komitmen terhadap cita-cita dan nilai-nilai revolusioner dan keagamaan.

Partisipasi bangsa Iran di arena politik dan pembaruan komitmen terhadap cita-cita luhur Revolusi Islam diwujudkan dalam pawai 22 Bahman dan kehadiran epiknya dalam pemilu. Kedua hal ini merupakan komponen yang selalu membuat Iran lebih kuat dalam menghadapi musuh. Masalah ini ditegaskan dalam pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran bahwa tahun ini, pawai 22 Bahman dan pemilu legislatif sebagai dua ujian utama bagi bangsa Iran.

Rahbar dalam statemennya kemarin menggambarkan pemilu sebagai manifestasi dari "Kejayaan, martabat, dan kebijaksanaan nasional." Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa penyelenggaraan pemilu secara meriah dengan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat di tempat pemungutan suara akan menjamin keamanan negara, sebab musuh lebih mengkhawatirkan dukungan rakyat terhadap negara daripada senjata,".

Aspek kedua mengenai pandangan komprehensif dan makro Rahbar menyikapi berbagai masalah dunia Islam, termasuk isu Palestina sebagai prioritas utamanya.

Ayatullah Khamenei menilai solusi utama masalah Palestina adalah solusi mendasar yang telah disampaikan Iran di organisasi-organisasi dunia yaitu referendum warga asli Palestina. Beliau mengungkapkan,"Satu-satunya solusi perdamaian dan penyelesaian masalah Palestina adalah referendum rakyat Palestina asli apapun agamanya, Islam, Kristen atau Yahudi, sehingga dengan suara mereka terbentuk sebuah pemerintahan yang diinginkan di atas tanah Palestina, dan mereka memutuskan sendiri tentang Palestina, dan bukan orang-orang semacam Netanyahu maupun yang lainnya,".

Rahbar menilai prakarsa abad akan mati sebelum Trump meninggal. Ayatullah Khamenei mengatakan, "Ini pasti tidak akan berhasil. Jadi hilir mudik dan menghabiskan dana besar-besaran untuk meluncurkannya dengan gegap gempita hanya tindakan bodoh semata.".

 

Jajaran Staf Komandan dan Pasukan AU Iran Bertemu Rahbar

Memperingati momen bersejarah, baiat (sumpah setia) angkatan bersenjata Iran kepada Imam Khomeini pada 19 Bahman 1357 Hs atau 8 Februari 1979, jajaran komandan, pilot dan personel Angkatan Udara Republik Islam Iran, hari ini, Sabtu (8/2/2020) bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran.

Pada tanggal 19 Bahman 1357 Hs, sekelompok perwira Angkatan Udara Iran bertemu Imam Khomeini di Madrasah Alavi, Tehran, mereka berbaris dan mengucapkan sumpah setia kepada Pendiri Republik Islam Iran itu.

 

Ali Shamkhani

Shamkhani: Perang Hybrid AS Gagal Tundukkan Iran

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani mengatakan, rakyat Iran akan memenangkan perang hybrid dan sayapnya yaitu perang persepsi, yang dilancarkan rezim Zionis Israel, rezim Arab dan Barat.

Fars News (7/2/2020) melaporkan, Ali Shamkhani menuturkan, perang hybrid Amerika terhadap Iran dilakukan dengan untuk memaksa negara ini menyerah dan runtuh, namun ilmu pengetahuan, tanggung jawab, kewaspadaan, kesiapan dan solidaritas nasional rakyat Iran, telah menggagalkannya.

Shamkhani menambahkan, perang persepsi sebagai salah satu instrumen perang hybrid, berusaha menancapkan persepsi di benak rakyat Iran agar mau berpikir dan bertindak sesuai dikte Amerika.

Menurutnya, salah satu bentuk perang persepsi Amerika adalah meremehkan kenyataan, membesar-besarkan ancaman yang belum pasti, dan menggambarkannya sebagai realitas nyata.

Ali Shamkhani menegaskan, setiap arena memerlukan pengenalan sempurna atas lingkungan, dan menuntut kelengkapan peralatan, dan masuk ke medan perang persepsi tanpa kesiapan, hanya akan membawa kerugian.

"Media sosial yang menjadi unsur mediasi antara fenomena dan manusia, adalah medan tempur masa kini, dan merupakan alat untuk menundukkan bangsa-bangsa dunia," pungkasnya.

 

Mohammad Javad Zarif

Iran Tuntut Trump di Pengadilan Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, Iran akan mengambil langkah hukum terhadap tiga tindakan terorisme Amerika Serikat di pengadilan internasional.

Dalam wawancara dengan televisi al-Mayadeen, Lebanon, Kamis (6/2/2020), Zarif menambahkan Iran akan mengambil langkah hukum terhadap Presiden Donald Trump atas tuduhan terorisme negara, terorisme ekonomi, dan terorisme budaya.

Perilaku pemerintahan Trump terhadap Iran mencerminkan wajah buruk negara yang mengaku membela hak asasi manusia dan permusuhan pemerintah AS terhadap bangsa Iran telah mencapai puncaknya.

Permusuhan seperti ini melanggar hukum internasional dan Piagam PBB. Pemerintahan Trump melakukan tindakan terorisme terhadap bangsa yang tidak mau tunduk pada Amerika dan ingin bersikap independen.

Menghormati HAM, memiliki akses bebas untuk memenuhi kebutuhan pokok, dan hak untuk hidup dan kebebasan dalam mengambil keputusan, merupakan bagian dari prinsip-prinsip dasar hukum internasional yang harus dihormati oleh semua negara.

 

Sayid Abbas Mousavi

Mousavi: AS Tutup Saluran Transaksi Perbankan Impor Obat Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, Amerika Serikat menutup semua saluran transaksi perbankan untuk mengimpor obat-obatan dan bahan makanan oleh Iran.

Sayid Abbas Mousavi, Rabu (5/2/2020) di laman Twitternya menyinggung klaim bohong Amerika bahwa obat dan makanan dikecualikan dari sanksi.

 

Ia menuturkan, Amerika dengan meluncurkan kanal yang disebutnya kanal kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan obat, secara resmi telah membenarkan klaim bohong tersebut, melanggar keputusan Mahkamah Internasional, ICJ, dan menyanksi obat dan makanan yang seharunya dikecualikan.

Sebelumnya Jubir Kemenlu Iran mengumumkan peluncuran kanal kemanusiaan Iran dan Swiss.

"Iran tidak mengakui mekanisme dalam bentuk kanal kemanusiaan, dan Tehran menegaskan makanan serta obat tidak boleh dimasukkan dalam objek sanksi," pungkasnya.

 

 

Roket Simorgh

Roket Simorgh dan Satelit Zafar Siap Diluncurkan

Juru bicara tim antariksa, Lembaga Industri Dirgantara, Kementerian Pertahanan Iran mengatakan, roket peluncur satelit Simorgh, dan satelit Zafar sudah ditempatkan di pangkalan luar angkasa Imam Khomeini, Provinsi Semnan, untuk diluncurkan.

Sayid Ahmad Hosseini (7/2/2020) menuturkan, proses peluncuran satelit Zafar dengan menggunakan roket peluncur Simorgh, cukup rumit karena meliputi sejumlah uji teknis baru.

Ia menambahkan, ketika semua prasyarat sudah dipenuhi, saat itu juga proses peluncuran akan segera dilakukan.

Rencananya satelit buatan Iran, Zafar akan diluncurkan ke luar angkasa pada orbit yang berjarak 500 kilometer dari permukaan bumi, dengan menggunakan roket peluncur Simorgh.

Foto satelit yang diambil Zafar nantinya dapat membantu menganalisa cadangan minyak, tambang, hutan, jenis permukaan tanah, penyakit dan hama tanaman, serta mengkaji bencana alam.

Sementara itu roket peluncur satelit Simorgh, disebut-sebut bisa membawa satelit dengan bobot sampai 250 kilogram ke orbit yang berjarak 500 kilometer dari permukaan bumi.

 

Penghargaan buku terbaik Iran tahun 2020

Penghargaan untuk Buku Terbaik di Iran

Upacara pemberian penghargaan kepada buku terbaik pada the 37th I.R. Iran Book of the Year Award dan the 27th Iran World Award for Book of the Year dihadiri oleh Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani.

Acara tersebut digelar di Vahdat Hall, Tehran, ibu kota Republik Islam Iran pada hari Kamis, 6 Februari 2020.

 

Mahasiswa Iran dievakuasi dari Wuhan tiba di Tehran

Iran Evakuasi Mahasiswanya dari Wuhan

Sebuah pesawat yang membawa puluhan mahasiswa Republik Islam Iran dari Wuhan, Cina telah tiba di Tehran, Rabu (5/2/2020). Tiga tim dokter spesial penyakit menular dan petugas tanggap darurat khusus turut serta dalam penerbangan tersebut.

Menurut keterangan pejabat yang berbicara secara anonim, para mahasiswa itu akan dikarantina selama 14 hari di sebuah rumah sakit khusus di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran.

Pada akhir Desember 2019 lalu, dunia digemparkan dengan virus corona yang baru ditemukan di kota Wuhan di Hubei. Wuhan menjadi asal mula virus corona ditemukan. Tepatnya di pasar tradisional Huanan. Pemerintah Wuhan mengisolasi kota berpenduduk 11 juta jiwa ini sejak tanggal 23 Januari 2020. Penduduk Wuhan juga diminta untuk tetap tinggal di rumah.

WHO telah mengumumkan status darurat global untuk virus korona. Menurut Komisi Kesehatan Nasional Cina, hingga pada hari Selasa (4/2/2020), jumlah korban meninggal akibat virus korona di Cina bertambah menjadi 425 jiwa.

Penyebaran virus korona dalam sehari di Hubei bertambah 2.345 dan total mencapai 3.235 kasus di seluruh Cina. Hingga saat ini, total pengidap virus korona sudah mencapai lebih dari 20.400 orang.

Novel Coronavirus atau virus corona masih satu keluarga dengan virus penyebab MERS dan SARS. Hingga saat ini belum ada vaksin untuk virus corona dan baru akan dicoba pada April mendatang. (PH)

 

 

Tags

Komentar