Feb 10, 2020 22:20 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan, sanksi Amerika Serikat terhadap bangsa Iran tidak manusiawi dan merupakan tindakan terorisme, di mana semua rakyat negara ini termasuk pasien dan barang yang diperlukan, termasuk dalam sanksi ini.

"Sanksi AS yang kejam adalah tindakan tidak manusiawi dan tindakan terorisme terhadap semua bangsa Iran," kata Rouhani dalam pidatonya di hadapan para duta besar negara-negara asing dan utusan organisasi internasional di Tehran, Senin (10/2/2020) petang.

Dalam acara untuk memperingati Kemenangan Revolusi Islam Iran ke-41 itu, Rouhani menggambarkan Revolusi Islam sebagai revolusi yang sangat populer. Dia menuturkan, Revolusi Islam Iran selalu mengandalkan rakyat untuk stabilisasi dan keberlanjutannya.

Presiden Iran menambahkan, hari-hari ini (Dahe Fajr/10 Fajar Kemenangan) adalah kenangan yang sangat penting bagi kamis. Dia menjelaskan, 41 tahun yang lalu, rakyat besar Iran yang lelah dengan kediktatoran selama berabad-abad di negara ini dan korupsi para penguasa, merasa frustrasi atas masa depan masyarakat yang adil dan lelah dengan campur tangan asing dalam urusan negara mereka.

Dalam kondisi tersebut, lajut Rouhani, mereka menanggapi dengan suara tegas seorang pemimpin tepercaya yang menyerukan gerakan dan revolusi dan penggulingan  terhadap rezim yang busuk dan korup serta pembentukan pemerintahan rakyat.

Presiden Iran menuturkan, di mana pun ada konspirasi terhadap Republik Islam Iran, rakyat yang datang ke lapangan dan berdiri menentang konspirasi itu. Rouhani menandaskan, kami menghadapi sanksi yang keterlaluan, tindakan terorisme dari AS terhadap seluruh rakyat Iran.

"Tidak ada yang meragukan bahwa AS menerapkan tekanan maksimum pada setiap individu bangsa Iran. Artinya, bahkan satu orang pun tidak dikecualikan dalam sanksi ini. Seorang pasien, bahan makanan yang dibutuhkan oleh masyarakat dan suku cadang pesawat, semuanya masuk ke dalam sanksi Amerika. Cukup jelas bahwa ini adalah 100% sanksi tidak manusiawi terhadap seluruh rakyat Iran," ujarnya.

Presiden Iran menegaskan, sanksi-sanksi AS belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, dan AS berharap rakyat Iran bertekuk lutut karena tekanan tersebut. Mereka salah, pemerintah dan rakyat Iran tidak akan pernah menyerah dan tunduk terhadap tekanan.

"Para pejabat Amerika berpikir bahwa dengan tekanan maksimum terhadap semua impor dan ekspor, dan kehidupan masyarakat, rakyat Iran akan menyerah atau keluar ke jalan-jalan dan menunjukkan lampu hijau AS," ujarnya.

Rouhani menuturkan, mereka yang akrab dengan kawasan dan yang akrab dengan sejarah, peradaban, dan budaya Iran akan tahu bahwa negara besar ini tidak akan pernah menyerah kepada ketidakadilan, penindasan, dan paksaan. (RA)

Tags

Komentar