Feb 12, 2020 22:22 Asia/Jakarta
  • Penutupan Festival Film Fajr ke-38 di Milad Tower
    Penutupan Festival Film Fajr ke-38 di Milad Tower

Penutupan Festival Film Fajr ke-38 berlangsung di Milad Tower, Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Selasa petang, 11 Februari 2020.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Sayid Abbas Salehi, Walikota Tehran Pirouz Hanachi, Ketua Organisasi Sinema Husein Entezami, pakar sinema Fereydoun Jeyrani, dan para produser, aktor, aktris dan para pecinta sinema.

Festival Film Fajr ke-38 merupakan acara penghargaan film tahunan yang diadakan bertepatan dengan peringatan kemenangan Revolusi Islam Islam.

Penutupan festival ini digelar beberapa jam setelah jutaan rakyat Iran turun ke jalan untuk merayakan 41 tahun Kemenangan Revolusi Islam menggulingkan rezim Pahlavi, rezim tiran yang didukung penuh oleh Amerika Serikat.

Sebuah klip video yang menampilkan titik balik Revolusi Islam dan partisipasi rakyat di dalamnya ditampilkan pada awal acara penutupan festival tersebut.

Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran dalam pidatonya mengatakan, sinema mungkin tidak mampu mengubah dunia, tetapi dapat mengubah suasana dan keadaan dengan (berkontribusi pada) dialog.

"Festival ini merupakan kesempatan untuk terlibat dalam diskusi mengenai tema sosial, budaya, dan lainnya, dan kamera sinema menciptakan peluang untuk memperluas pandangan kita lebih jauh dan lebih dalam," ujarnya.

Puncak penutupan Festival Film Fajr tahun ini adalah pemberian penghargaan khusus untuk penghormatan kepada Syahid Letnan Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan al-Quds Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang diteror pasukan AS di Baghdad, ibu kota Irak pada 3 Januari 2020.

Penghargaan tersebut diberikan kepada "Abadan 1160," yang menggambarkan perjuangan rakyat Iran selama perang Irak tahun 1980-1988.

Pada penutupan Festival Film Fajr ke-38 telah diumumkan para pemenangnya. Majid Majidi dengan film "The Sun" memenangkan penghargaan untuk film terbaik.

The Sun, disutradarai oleh Majid Majidi dan diproduksi sendiri, dan Amir Banan, dianugerahi kristal Simorgh (Phoenix) untuk film terbaik.

Film tersebut juga memenangkan penghargaan untuk skenario terbaik dan desain pemandangan terbaik. Kisah the Sun adalah tentang pekerja anak.

Hadiah untuk sutradara terbaik diberikan kepada Mohammad Hossein Mahdavian untuk film Derakht-e Gerdou (Walnut Tree).

"Walnut Tree" adalah sebuah film berdasarkan kisah nyata tentang pemboman kimia di kota Sardasht, Iran barat laut selama perang yang dipaksakan Irak terhadap Iran pada 1980-1988.

Aktor terkemuka dari film Derakht-e Gerdou (Walnut Tree), Payman Maadi, memenangkan hadiah untuk aktor terbaik.

Nazanin Ahmadi memenangkan penghargaan sebagai aktris terbaik karena tampil dalam film Abr Baranash Gerefteh (The Cloud Is To Burst with Rain).

Penghargaan untuk aktris dan aktor pendukung terbaik diberikan kepada Tannaz Tabatabai dan Amir Aghaei, keduanya berakting dalam "Butterfly Stroke".

Fitur dokumenter terbaik di berikan kepada Sam Kalantari dalam film Jayi Baray-e Fereshteha Nist (No Place for Angels). Skor terbaik diberikan kepada Bamdad Afshar dalam film Poust (Skin).

Efek visual terbaik diberikan kepada Mohammad Baradaran dalam film Khorouj (Exit). Pengeditan terbaik untuk Esmail Ali-Zadeh dalam Shenay-e Parvaneh. Dan Videografi terbaik diraih oleh Morteza Najafi dalam Toman.

Festival Film Fajr dimulai pada 1 Februari 2020 dan berakhir pada 10 Februari 2020. Sejak 2015, festival ini telah diselenggarakan dalam dua kategori nasional dan internasional yang terpisah. (RA)

 

Tags

Komentar