Feb 13, 2020 17:50 Asia/Jakarta
  • Brigjen Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran
    Brigjen Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran

"Masalah peluncuran satelit dan roket pembawa satelit di dunia jelas dan tidak ada hubungannya dengan pembicaraan rudal," kata menteri pertahanan Republik Islam Iran.

Brigadir Jenderal Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran pada hari Rabu, 12 Februari, menanggapi klaim AS dan Perancis bahwa peluncuran satelit oleh Iran melanggar kewajiban internasional Iran dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 seraya menjelaskan, "Apa yang dilarang dalam masalah rudal itu adalah tentang rudal yang memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir, sementara Iran tidak memiliki rudal seperti itu."

Brigjen Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran

Perkembangan industri dirgantara di Iran mengalami kemajuan dan merupakan salah satu industri terkemuka dan membantu industri lain seperti pertanian dan maritim. Industri kedirgantaraan penting bagi negara mana pun dan sangat vital di banyak bidang. Menggunakan satelit buatan sendiri dan menempatkannya ke orbit bumi akan membantu setiap negara mendapatkan informasi visual independen dan mengelola krisis di masa depan.

Informasi satelit tentang bencana, cuaca, perkapalan dan navigasi sangat penting, dan dalam keadaan seperti itu, perolehan pengetahuan membuat satelit dan peluncurannya ke ruang angkasa merupakan keberhasilan strategis.

Monopoli atas kemampuan membuat dan meluncurkan satelit kini telah dilanggar oleh para ahli Iran, dan ini telah menyebabkan sejumlah negara mengeluarkan sejumlah klaim karena mereka tidak tahan menyaksikan keberhasilan sains Iran. Tuduhan ini disampaikan ketika masalah peluncuran satelit adalah masalah ilmiah murni dan melayani perkembangan negara.

Dalam hal ini, Ahmad Hosseini, Juru Bicara Departemen Dirgantara Kementerian Pertahanan Iran, baru-baru ini mengenai peluncuran satelit Zafar dengan roket pembawa satelit Simorgh menyatakan, "Roket pembawa satelit memiliki tujuan ilmiah dan sipil dan tidak boleh dibandingkan dengan rudal militer."

Kegiatan roket luar angkasa adalah babak baru dalam pengembangan sains di semua negara, termasuk Republik Islam Iran, dan aksi sabotase beberapa negara Eropa, termasuk Perancis dan Amerika Serikat di bidang ini, berarti penolakan terhadap kemajuan Iran dalam bidang ilmu pengetahuan.

Para pakar Iran membongkar monopoli Barat dengan mengandalkan pengetahuan dalam negeri di berbagai bidang ilmiah, termasuk di bidang industri dirgantara.

Satelit Zafar dan roket peluncur satelit Simorgh di Pangkalan Antariksa Imam Khomeini

Langkah-langkah Iran dalam industri dirgantara sudah dikenal oleh seluruh dunia. Sekarang ada 22 situs peluncuran satelit di dunia, dan dalam kerangka ini, Pangkalan Antariksa Imam Khomeini di Semnan (Timur Tehran) sudah dikenal dan diakui.

Dalam keadaan seperti itu, masalah satelit dan roket pembawa satelit adalah masalah yang murni ilmiah dan damai, sementara klaim Perancis dan Amerika sepenuhnya bersifat politis. Iran akan melanjutkan kegiatannya di arena ilmiah, dan pembangunan satelit serta peluncurannya dengan roket pembawa satelit merupakan hak Iran yang tidak perlu dipersoalkan lagi.

Tags

Komentar