Feb 14, 2020 17:40 Asia/Jakarta

Sikap dua pejabat senior rezim Arab Saudi tentang Iran dan rencana "Kesepakatan Abad" AS menunjukkan bahwa beberapa rezim Arab telah bersekutu dengan AS dan Zionis Israel dalam mengimplementasikan rencana ini dan perubahan di kawasan Asia Barat.

Menteri Penasihat Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubair pada hari Kamis, 13 Februari, mengatakan bahwa "Kesepakatan Abad" Trump memiliki bagian positif dan dapat menjadi kerangka kerja untuk negosiasi. Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan mengklaim bahwa Iran adalah musuh semua dengan menjelaskan bahwa bahwa hubungan negara-negara Arab dengan Israel bergantung pada solusi yang disepakati.

Menteri Penasihat Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubair

Kedua sikap ini jelas menunjukkan bahwa beberapa rezim Arab, terutama rezim Saudi, berusaha untuk menormalkan hubungan dengan rezim Zionis, musuh utama rakyat dan negara-negara Asia Barat.

Masalah paling penting dalam proses penerapan rencana anti-Palestrina "Kesepakatan Abad" adalah kerja sama beberapa rezim Arab dengan rencana ini untuk merealisasikan langkah selanjutnya Presiden Donald Trump di kawasan Asia Barat.

Iran dan poros Muqawama adalah dua penghalang kuat untuk persekongkolan dan skema "Amerika-Zionis-Arab" di wilayah Asia Barat, sehingga Amerika berusaha mengubah situasi itu agar menguntungkan mereka dengan gerakan politik dan propaganda.

Sementara itu, Amerika, dalam kerangka rencana "Kesepakatan Abad" berusaha mendefinisikan Republik Islam Iran sebagai musuh dan rezim Zionis sebagai sahabat negara-negara Asia Barat untuk mengejar tujuan yang ditetapkan dalam kesepakatan Abad itu melalui media massa.

Dalam situasi seperti itu, penting untuk melakukan penyadaran opini publik akan konspirasi "Kesepakatan Abad", seperti yang sudah jelas bagi semua, bahwa Iran sebagai pendukung sejati masalah Palestina, telah berusaha sekuat tenaga dalam 70 tahun terakhir untuk mewujudkan hak-hak Palestina.

Bahkan setelah AS meresmikan rencana "Kesepakatan Abad", Iran kini telah menyatakan bahwa mereka siap untuk bernegosiasi di tingkat mana pun dengan negara-negara Islam dan Arab sehingga tujuan yang ditetapkan untuk rencana tersebut yang sepenuhnya anti-Palestina dan Arab tidak terealisasi.

Sayid Abbas Mousavi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran telah mengumumkan kesiapan Republik Islam Iran untuk bernegosiasi dengan negara-negara Islam lain di tingkat mana pun untuk menghadapi konspirasi, seraya mengatakan, "Ada konspirasi besar di balik apa yang disebut rencana "Kesepakatan Abad".

Sayid Abbas Mousavi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Rencana "Kesepakatan Abad" Amerika memiliki tujuan di luar geografi Palestina dan telah menargetkan kawasan Arab lainnya, dan segala pengabaian terhadap hal ini hanya akan memiliki konsekuensi bagi negara-negara Arab, terutama rezim Saudi yang suka atau tidak telah bergerak di sepanjang jalan yang telah direkayasa oleh Trump.

Mengingat dimensi rencana "Kesepakatan Abad" yang anti-Palestina sudah jelas, rencana ini tidak akan dapat diwujudkan oleh Amerika Serikat. Karena dengan meneror Letjen Qassem Solaemani, Komandan Senior Front Perlawanan, permusuhan terhadap Amerika Serikat dan rezim Zionis di antara orang-orang Asia Barat semakin luas.

Tags

Komentar