Feb 15, 2020 12:19 Asia/Jakarta
  • Majid Takht-e Ravanchi
    Majid Takht-e Ravanchi

Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jumat (14/02) malam seraya menolak klaim petinggi Amerika terkait pengiriman senjata dari Iran ke Yaman menyebut klaim ini sebagai kelanjutan kampanye bohong AS terhadap Iran.

Seperti dilaporkan IRNA, Majid Takht-e Ravanchi saat merespon klaim petinggi AS terkait penahanan senjata yang dikirim ke Yaman dan klaim hubungannya dengan Republik Islam Iran menulis, kampanye bohong Amerika terhadap Iran terus berlanjut.

Lebih lanjut Ravanchi menambahkan, terlepas dari klaim palsu soal penahanan senjata yang dikirim dari Iran ke Yaman, Amerika Serikat juga menyalahgunakan laporan PBB untuk menyatakan bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan ke instalasi minyak Arab Saudi. Sejatinya laporan ini tidak mengisyaratkan tanggung jawab Iran.

Laporan tim ahli PBB untuk Yaman dirilis hari Rabu lalu yang menyebutkan sejumlah isu termasuk pengiriman senjata ke Yaman, serangan ke instalasi minyak Arab Saudi dan berbagai isu lainnya yang berkaitan dengan Sanaa, namun di dalamnya tidak ada penyebutan nama Iran.

Arab Saudi bersama Uni Emirat Arab (UEA) dan Amerika Serikat selama beberapa bulan terakhir banyak melakukan upaya untuk menuding Republik Islam Iran sebagai pihak yang mengirim senjata ke Yaman.

Tudingan palsu ini digulirkan untuk menutupi kekalahan koalisi Arab Saudi melawan militer dan pasukan relawan rakyat Yaman.

Petinggi Yaman berulang kali menekankan bahwa kekuatan defensif militer negara ini sepenuhnya dalam negeri dan terus meningkat meski Yaman diblokade oleh Arab Saudi.

Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan serangan militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade total negara tetangganya ini dari darat, udara dan laut.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang, melukai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.

Agresi militer Arab Saudi juga membuat Yaman mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Sampai saat ini Arab Saudi beserta sekutunya gagal meraih ambisinya di Yaman karena perlawanan rakyat negara ini. (MF)

 

Tags

Komentar