Feb 18, 2020 11:56 Asia/Jakarta
  • Mayjen Hossein Salami, komandan IRGC
    Mayjen Hossein Salami, komandan IRGC

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Hossein Salami seraya menekankan bahwa serangan rudal Iran ke pangkalan Amerika di Irak telah merusak konstelasi Washington di dunia mengatakan, operasi ini bukan akhir respon strategis Iran, tapi titik awal balasan kejahatan Amerika.

Salami Senin (17/02) saat diwawancarai televisi al-Mayadeen seraya mengisyaratkan balasan tegas Iran atas kejahatan Amerika meneror Komandan pasukan Quds IRGC, Syahid Letjen Qasem Soleimani bersama rombongan mengatakan, "Amerika senantiasa terbiasa menyerang negara lain tanpa menerima balasan, namun balasan Iran memaksa Washington merevisi pertimbangan dan konstelasinya."

Syahid Soleimani yang berkunjung ke Irak pada Jumat (03/01) atas undangan resmi petinggi Baghdad gugur syahid bersama Abu Mahdi al-Muhandis serta delapan orang lainnya akibat serangan udara Amerika di dekat Bandara Udara Baghdad.

IRGC pada 8 Januari menembakkan lebih dari 10 rudal ke pangkalan AS di Ain al-Assad di Provinsi al-Anbar Irak sebagai balasan atas kejahatan terorisme Washington.

Salami seraya menekankan dampak global langkah Iran menyerang pangkalan AS di Ain al-Assad menjelaskan, respon Republik Islam Iran dilakukan di sebuah titik geografi tertentu, namun efeknya mendunia.

Komandan IRGC menegaskan, balasan strategis Iran atas kejahatan AS akan sempurna ketika Amerika secara penuh keluar dari kawasan Asia Barat.

Mayjen Salami seraya memperingatkan Israel menyatakan, seluruh wilayah yang diduduki Israel berada dalam jangkauan Iran dan rezim Zionis di perhitungannya atas angkatan bersenjata Iran lebih kecil dari Amerika dan lebih tidak mampu dari Washington. (MF)

 

Tags

Komentar