Feb 18, 2020 23:09 Asia/Jakarta

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menyebut partisipasi dalam pemilu sebagai kewajiban syariat, nasional, dan revolusi, juga merupakan hak sipil setiap warga negara Iran. Menurut Rahbar, dua asas penting pemilu adalah partisipasi luas dan pilihan yang baik.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Selasa (18/2/2020) dalam pertemuan dengan ribuan warga Azerbaijan Timur, barat laut Iran mengatakan, pemilu adalah sebuah jihad umum sekaligus nikmat serta ujian Ilahi, yang jika dibarengi dengan partisipasi luas warga, maka akan menjadi sumber kehormatan pemerintahan Islam, memperkuat negara, melindunginya dari konspirasi musuh, dan membuka peluang bagi Iran untuk menjadi negara kuat.

Rahbar menambahkan, satu-satunya cara untuk membuat musuh putus asa adalah memperkuat Iran, dan salah satu contoh dari Iran yang kuat adalah parlemen yang kuat, parlemen yang mampu melindungi negara dengan membuat undang-undang yang dibutuhkan untuk mengarahkan pemerintah ke jalan yang tepat.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung laporan soal sejumlah banyak uang yang diberikan salah satu negara kawasan kepada media Inggris berbahasa Persia untuk menurunkan tingkat partisipasi rakyat Iran dalam pemilu.

Ia menuturkan, laporan ini menujukkan seberapa besar kualitas dan mekanisme pemilihan di Iran.

Di bagian lain pidatonya, Rahbar berbicara tentang omong kosong sebagian pejabat Amerika Serikat soal Iran dan pemilu di negara ini. Menurut Rahbar, Amerika ingin teror Syahid Qasem Soleimani berdampak besar pada kawasan, sehingga bisa menguasainya, namun apa yang terjadi justru sebaliknya, pawai besar anti-Amerika di Baghdad, masalah Suriah dan Aleppo serta wilayah lain, seratus persen bertolak belakang dengan keinginan mereka.

Ayatullah Khamenei menegaskan, musuh bukan hanya pada peristiwa teror Syahid Soleimani saja, tapi selama pertempuran 40 tahun, selalu menerima pukulan dari Iran, dan kalah. Amerika, imbuhnya, dalam 40 tahun terakhir setiap tahunnya menggunakan seluruh senjata politik, militer, keamanan, ekonomi, budaya, media dan setiap langkah mungkin yang bisa dilakukan untuk menumbangkan Republik Islam, namun bukan saja tidak runtuh, pemerintahan Islam sebaliknya bertambah kuat ribuan kali lipat, dan berhasil melemahkan Amerika.

Rahbar menjelaskan, hari ini Amerika dengan 22 ribu miliar dolar utang, menjadi negara dengan utang paling tinggi di dunia, dan kesenjangan sosial di negara ini mengerikan, dan semakin dalam.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung realitas mencengangkan di tengah masyarakat Amerika mulai dari diskriminasi, jurang miskin dan kaya, juga tingkat kejahatan yang seperti kusta menggerogoti tubuh negara ini.

"Sama halnya dengan kemegahan dan keperkasaan kapal Titanic yang terkenal itu, gagal menjaga mereka tidak tenggelam, upaya menghias lahiriah Amerika, dan kemegahan serta kebesarannya juga tidak mampu mencegahnya dari tenggelam, dan Amerika pasti akan tenggelam" pungkasnya. (HS)

Tags

Komentar