Feb 27, 2020 11:01 Asia/Jakarta
  • Seyyed Abbas Araghchi
    Seyyed Abbas Araghchi

Uni Eropa dan Troika Eropa memainkan peran penting dalam upaya meraih kesepakatan nuklir, JCPOA pada 2015, tetapi mereka gagal mewujudkan isinya setelah Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir internasional itu. Meskipun demikian, pihak Eropa mengklaim berupaya untuk menjaga keberlanjutan JCPOA.

Tampaknya, pertemuan komisi bersama JCPOA antara Iran dan kelompok 4+1 yang berlangsung di Wina pada Rabu, 26 Februari 2020 sebagai langkah para anggota  untuk mempertahankan perjanjian nuklir internasional ini.

Pertemuan Wina menjadi sidang pertama kali yang digelar sejak Iran mengambil langkah kelima pengurangan komitmennya terhadap JCPOA, yang diikuti langkah para pemimpin Troika Eropa untuk mengaktifkan mekanisme penyelesaian sengketa.

Pejabat Iran, Cina dan Rusia mengeluarkan peringatan serius menyikapi langkah troika Eropa tersebut dan menilainya sebagai tindakan ilegal secara politik dan hukum. Sebab, pihak Eropa hingga kini belum memenuhi kewajibannya terhadap JCPOA, dan perjanjian ini hanya dijalankan secara sepihak oleh Iran saja.

Di akhir pertemuan, anggota komisi bersama JCPOA menyampaikan dukungannya terhadap Rusia untuk melanjutkan proyek isotop permanen di situs nuklir Fordow, dan mengakui dampak negatif sanksi AS yang menghalangi Iran mewujudkan kepentingan nasionalnya.

Pada pertemuan tersebut, dibahas langkah-langkah Iran untuk mengurangi komitmen nuklirnya, termasuk langkah kelima yang diumumkan pada 5 Januari 2020 dan keprihatinan semua anggota terhadap efek negatif keluarnya AS dari JCPOA pada 2018 yang diikuti pengenaan sanksi nuklir terhadap Iran.  

Pernyataan akhir pertemuan disampaikan kekhawatiran serius tentang langkah-langkah pengurangan komitmen Iran terhadap JCPOA. Selain itu, para anggota juga mengakui bahwa pengenaan kembali sanksi AS terhadap Tehran telah mencegah Iran mendapatkan manfaat dari JCPOA.

 

 

Pengakuan terhadap dampak negatif dari sanksi sepihak AS sebagai faktor pemicu keputusan Iran mengambil langkah penurunan komitmennya secara bertahap terhadap JCPOA, pada kenyataannya menunjukkan kegagalan pihak Eropa untuk memenuhi kewajiban yang seharusnya mereka lakukan. Salah satu komitmen terpenting adalah impelementasi mekanisme keuangan dan perdagangan Eropa dengan Iran yang disebut INSTEX.

Sementara itu, Iran menerima JCPOA dalam kerangka kepentingan nasionalnya dan mengambil langkah pengurangan komitmennya demi tujuan tersebut. Sementara itu, Troika Eropa justru menanggapi langkah Iran ini dengan mengaktifkan mekanisme penyelesaian perselisihan pada 14 Januari 2020.

Sontak keputusan tersebut memicu reaksi Iran. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut langkah itu secara hukum tidak berdasar dan secara politis termasuk kesalahan strategis. Tapi kemudian masalah ini dianulir oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell yang mengatakan bahwa Eropa telah mengesampingkan mekanisme triger untuk waktu yang tidak diketahui.

Masalah lain yang dikemukakan dalam pernyataan penutup komisi bersama JCPOA adalah implementasi tahap awal INSTEX. Anggota yang hadir dalam pertemuan Wina menyambut perkembangan positif baru-baru ini mengenai transaksi pertama INSTEX dengan penambahan empat negara Eropa sebagai pemegang saham baru dan prospek pertumbuhan pemegang saham lebih lanjut.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi di akhir pertemuan Wina mengungkapkan bahwa tahapan persiapan operasionalisasi INSTEX hampir rampung. Ditegaskannya, para anggota pada pertemuan komisi bersama menekankan bahwa JCPOA tidak mungkin dijalankan selama kepentingan Iran tidak dipenuhi.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, "Mekanisme keuangan Eropa untuk Iran telah dimulai dan kesepakatan sedang berlangsung,".

Meskipun terjadi perselisihan pandangan antara para diplomat dalam pertemuan Wina, tapi semua pihak percaya bahwa JCPOA tidak bisa diimplementasikan selama Tehran tidak mendapatkan manfaat dari perjanjian nuklir, terutama pencabutan sanksi AS terhadap Iran.(PH)

 

Tags

Komentar