Mar 20, 2020 13:28 Asia/Jakarta
  • Pesan Rahbar Menandai Tahun Baru 1399 HS (1)

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menamai Tahun Baru 1399 Hijriyah Syamsiah sebagai "Tahun Lonjakan Produksi". Penamaan ini bertujuan menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Ayatullah Khamenei dalam sebuah pesan menandai Tahun Baru 1399 Hijriyah Syamsiah yang bertepatan dengan hari Jumat, tanggal 20 Maret 2020, menenamai tahun ini sebagai "Tahun Lonjakan Produksi".

Tanggal 1 Farvardin 1399 HS atau 20 Maret 2020 adalah hari pertama musim semi di Republik Islam Iran dan hari pertama Tahun Baru 1399 Hijriyah Syamsiah atau yang disebut dengan Nowruz.

Ayatullah Khamenei dalam pesannya pada Jumat (20/3/2020)  pagi menyingung hari pertama tahun baru yang bertepatan dengan kesyahidan Imam Musa bin Ja'far as. Beliau mengucapkan salam dan pujian kepada Ahlul Bait Nabi Muhammad SAW itu.

Rahbar juga mengucapkan selamat Hari Mab'ats (Hari diangkatnya Muhammad SAW sebagai Nabi) dan hari raya Nowruz kepada seluruh bangsa Iran, khususnya keluarga para syuhada dan veteran perang, para pejuang di sektor kesehatan serta seluruh pejabat yang telah bekerja keras..

Dalam pesannya, Ayatullah Khamenei menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para Syuhada Modafe-e Haram (Syuhada Pembela Makam-makam Ahlul Bait as), keluarga Syahid Letnan Jenderal Qasem Soleimani dan Syahid Abu Mahdi al-Muhandis, dan keluarga para penumpang pesawat terbang Ukraina.

Rahbar menyingggung pencapaian besar bangsa dan pejabat Iran dan langkah cepat rakyat negara ini untuk menuju kemajuan selama setahun lalu. Ayatullah Khamenei menamai tahun 1399 HS sebagai "Tahun Lonjakan Produksi".

"Slogan tahun lalu adalah Tahun Perkembangan Produksi. Tahun ini, saya ingin mengatakan bahwa kita perlu lonjakan dalam produksi sebagai slogan tahun ini. Tahun ini adalah 'Tahun Lonjakan Produksi'. Ini adalah slogan tahun ini. Para pejabat harus bertindak agar produksi menyaksikan lonjakan, Insya Allah dan bahwa akan ada perubahan nyata dalam kehidupan rakyat," kata Rahbar dalam pesannya.

Ayatullah Khamenei menjelaskan, tentu saja, tujuan itu membutuhkan perencanaan. Organisasi Perencanaan dan Anggaran, Dewan Konsultatif Islam dan pusat penelitiannya serta cabang kehakiman memiliki peran masing-masing dengan cara yang berbeda.

Cabang kehakiman, lanjut Rahbar, memiliki bagian untuk melakukan perannya. Perusahaan-perusahaan berbasis ilmu pengetahuan dan organisasi-organisasi muda dan inovatif, juga memiliki peran untuk dimainkan.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran  menjelaskan, sepanjang tahun 1398 HS dan tahun sebelumnya, saya memiliki pertemuan yang sangat baik dan berharga dengan beberapa dari mereka. Saya melihat mereka dan mendengarkan mereka dari dekat.

"Mereka adalah kaum muda yang tertarik untuk bekerja dan yang benar-benar penuh harapan, energik, termotivasi, berbakat dan kreatif. Kelompok-kelompok orang seperti itu syukur ada, dan mereka harus berpartisipasi dalam perencanaan. Tugas ini harus bergerak maju dengan perencanaan, insya Allah, " ujarnya.

Rahbar menuturkan, tahun 1398 HS adalah tahun yang penuh gejolak bagi bangsa Iran. Ini adalah tahun yang dimulai dengan banjir dan berakhir dengan virus Corona (COVID-19). Sepanjang tahun 1398 HS, berbagai  peristiwa terjadi pada negara dan sebagian masyarakat: insiden seperti gempa bumi, sanksi dan sejenisnya.

"Puncak dari peristiwa tersebut adalah kejahatan teroris yang dilakukan oleh Amerika  Serikat, yang meneror Komandan Terkenal Iran dan Islam, Syahid Letjen Qassem Soleimani. Sepanjang tahun itu, masyarakat memiliki sejumlah besar kesulitan. Tahun berlalu seperti itu. Oleh karena itu, tahun itu adalah tahun yang sulit," tutur Rahbar.

Namun, lanjut Ayatullah Khamenei, poin pentingnya adalah bahwa selain kesulitan seperti itu, ada sejumlah prestasi yang beberapa di antaranya belum pernah terjadi sebelumnya. Bangsa Iran bersinar terang dalam arti sebenarnya.

"Dalam banjir yang terjadi pada awal tahun, orang-orang yang saleh dan gigih bergegas menuju provinsi-provinsi, kota-kota, dan desa-desa yang dilanda banjir dan tertutup lumpur untuk membantu orang-orang di sana. Mereka mengambil perabotan dan mencucinya untuk masyarakat di daerah-daerah itu. Mereka melakukan sesuatu untuk mengurangi kesulitan akibat banjir bagi masyarakat di sana," jelasnya.

Rahbar juga menyinggung kehadiran luas masyarakat dalam tasyi' jenazah Syahid Lejen Qassem Soleimani, dan mengatakan, setelah gugurnya Syahid tersayang kita, masyarakat meluncurkan gerakan besar dengan menunjukkan kehadiran mereka, –puluhan juta orang– kepada dunia. Kehadiran dan partisipasi mereka dalam tasyi jenazah di Tehran, Qom, Ahwaz, Isfahan, Mashhad, Tabriz, dan Kerman adalah pertemuan yang biasanya tidak terlihat di belahan dunia mana pun dengan jumlah dan motif sedemikian besar. Itu juga unik dalam sejarah kita sendiri. Kehadiran dan antusiasme yang populer dan fakta bahwa orang-orang menunjukkan hal-hal yang melekat pada mereka, sangat penting bagi reputasi dan martabat bangsa Iran.

Ayatullah Khamenei lebih lanjut menyinggung penyebaran virus Corona dan pengorbanan para dokter, perawat dan orang-orang yang terlibat di dalamnya sehingga orang asing pun merasa berkewajiban untuk mengagumi mereka. Rahbar juga menyinggung "Kampanye Mobilisasi Nasional Melawan Corona".

Ayatullah Khamenei menuturkan, tindakan pengorbanan itu adalah terutama yang dilakukan oleh para medis, dokter, perawat, asisten, manajer dan staf yang bekerja di rumah sakit. Selain mereka, ada relawan dari masyarakat, pelajar, ulama, Basiji dan berbagai individu yang membantu staf medis dan yang merawat pasien.

Semua fenomena ini, kata Rahbar, adalah sumber martabat dan reputasi. Orang-orang bergegas datang untuk membantu para dokter dan perawat. Ada juga kelompok pendukung, beberapa di antaranya menawarkan pabrik mereka dan bahkan rumah mereka dengan tujuan untuk membuat produk yang dibutuhkan untuk pasien atau untuk memproduksi barang-barang yang dibutuhkan masyarakat seperti sarung tangan, masker dan sejenisnya.

"Dan ada kelompok-kelompok yang melayani publik seperti orang-orang yang terlibat untuk menyemprot jalan-jalan dengan disinfektan atau tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Atau kaum muda yang memutuskan untuk membantu para orang tua dengan pergi ke rumah mereka dan berbelanja untuk mereka. Saya juga bisa menyebutkan orang-orang yang menyiapkan barang-barang yang diperlukan dan memberikannya kepada masyarakat secara gratis, termasuk sarung tangan dan masker, dan beberapa pemilik toko dan kios yang membantu para penyewa toko dan kios dengan cara tidak meminta uang sewa kepada  mereka," tandasnya.

Rahbar menegaskan, itu adalah keindahan yang memanifestasikan diri di tengah-tengah peristiwa sulit. Bangsa Iran menunjukkan kebajikannya melalui kelompok-kelompok tersebut dan tugas-tugas ini, yang beberapa di antaranya saya sebutkan.

"Saya dengan tulus berterima kasih kepada semua individu yang saya maksudkan dan saya ingin mereka tahu bahwa imbalan ilahi, baik di dunia maupun di akhirat, menanti mereka," tuturnya.

Ayatullah Khamenei mengatakan, ya, ini adalah ujian yang sulit. Ujian tahun 1398 HS adalah ujian yang sulit, tetapi mengatasi dan melewati kesulitan seperti itu dengan semangat yang baik membuat bangsa menjadi kuat. Sebuah bangsa tidak akan mencapai apapun dengan kesenangan diri sendiri dan hanya mencari kenyamanan. Dengan menghadapi kesulitan dan menjaga moral dalam menghadapi kesulitan maka suatu bangsa akan berhasil. Syukurlah, bangsa Iran telah menguasai ini, dan hal itu akan terus dilakukan mulai sekarang. Inilah yang memberi kekuatan kepada bangsa-bangsa.

Rahbar menuturkan, tahun 1398 HS adalah tahun untuk perkembangan produksi dan saya akan memberi tahu bangsa Iran bahwa slogan ini disambut dalam praktek. Pada awalnya, para ahli menyambutnya, dan mengatakan bahwa produksi adalah kriteria utama, tetapi slogan menerima sambutan hangat dalam praktiknya juga.

"Menurut laporan yang dapat dipercaya yang saya terima, produksi negara bergerak maju. Beberapa pabrik yang telah berhenti bekerja dan ditutup telah kembali bekerja, dan dalam kasus yang bekerja di bawah kapasitas mereka, mereka telah meningkatkan kapasitasnya. Perusahaan-perusahaan berbasis ilmu pengetahuan memasuki arena dan berbagai organisasi melakukan upaya yang baik, di mana sebagai akibatnya, produksi telah ditingkatkan,"  jelasnya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, pada tahun 1398 HS, produksi bangkit dan bergerak maju, tetapi efeknya dalam kehidupan masyarakat belum nyata. Kita harus membuat produksi mencapai titik di mana ia dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Tentu saja, masalah ekonomi negara adalah banyak. Ada masalah seperti mereformasi sistem perbankan, peraturan bea cukai, sistem perpajakan dan peningkatan lingkungan bisnis serta masalah-masalah lain seperti itu, tetapi peran produksi adalah yang unik dan tak tertandingi.

"Mengingat pasar besar yang ada di dalam negeri, jika kita berhasil meningkatkan produksi, kegiatan utama akan berada di pasar domestik kita dengan 80 juta populasi penduduk kita, terlepas dari kenyataan bahwa produksi membutuhkan pasar luar negeri. Tentu saja, kita juga dapat berinteraksi dengan pasar luar negeri. Jika kita dapat memajukan produksi, insya Allah, masalah ekonomi pasti akan berakhir dan sanksi yang mereka berikan akan menguntungkan kita," tegasnya.

Tentu saja, lanjut Rahbar, mereka (sanksi) telah menimbulkan beberapa kerusakan sampai sekarang, tetapi mereka juga telah menghasilkan keuntungan karena mereka telah membuat kita berpikir tentang sumber daya kita sendiri, tentang produk manufaktur dan tentang pemenuhan kebutuhan negara dengan mengandalkan sumber daya domestik. Ini adalah sangat berharga bagi kita dan atas bantuan Allah SWT, itu akan terus berlanjut. Oleh karena itu, kita terus membutuhkan produksi. (RA)

Tags

Komentar