Mar 20, 2020 20:20 Asia/Jakarta

Sanksi ketat Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran telah menghambat negara ini untuk memberantas penyebaran virus Corona (Covid-19).

Sanksi sepihak dan tak berperikemanusiaan yang diterapkan AS telah membatasi kemampuan Iran untuk memerangi virus Corona yang telah menyebar di berbagai provinsi di negara ini.

Sanksi AS juga telah menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan PBB dan organisasi-organisasi internasional lainnya ke Iran.

Hingga Jumat (20/3/2020) siang, 19.644 warga Iran terinfeksi Covid-19, di mana 1.433 dari mereka meninggal dunia. 6.745 pasien yang terinfeksi virus ini berhasil disembuhkan dan telah diizinkan untuk pulang dari rumah sakit.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Uzma Sayid Ali Khamenei telah mengeluarkan instruksi keterlibatan angkatan bersenjata negara ini dalam pembentukan pos-pos layanan kesehatan dan pengobatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Rahbar  dalam instruksi yang disampaikan kepada Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri juga mengapresiasi layanan yang diberikan angkatan bersenjata kepada rakyat Iran dalam memberantas penyebaran virus corona, dan menekankan perlunya menyiapkan pembentukan "pos-pos layanan kesehatan dan pengobatan" demi mencegah penyebaran penyakit menular ini.

Rahbar juga menjelaskan bahwa pembagian tugas diberikan kepada berbagai institusi dan unit angkatan bersenjata  sebagai tanggung jawab mereka.

"Pos-pos [kesehatan] ini ​​harus berkoordinasi penuh dengan pemerintah dan Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran," tegas Ayatullah Khamenei.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran juga mengungkapkan harapannya, "Semoga dengan petunjuk ilahi dan berkah dari Hujah Allah di muka bumi, bangsa Iran senantiasa diberkati kemenangan, keamanan, dan kesehatan."

Wakil Komandan Pasdaran Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Fadavi mengatakan Pasdaran dengan segenap kemampuannya berada di samping rakyat untuk melawan virus corona.

"Pasdaran sama seperti di masa lalu berada di tengah medan perang dan kali ini telah bertindak untuk mengatasi kekhawatiran publik dan menangani wabah corona di Iran," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Angkatan Darat Militer Iran, Brigadir Jenderal Kiomars Heidari mengatakan aksi nasional untuk memberantas penyebaran virus corona akan berlanjut sampai wabah ini lenyap.

Brigjen Heidari menambahkan aksi militer Iran ini dilakukan dalam lima tahap dan tahap pertama fokus mengontrol arus keluar-masuk di gerbang-gerbang kota.

"Tahap kedua kampanye nasional ini mensterilkan jalan-jalan kota, dan militer sejauh ini telah menyemprotkan disinfektan di 56 kota dengan dukungan lembaga-lembaga lain," jelasnya.

Tahap ketiga, kata Brigjen Heidari, melakukan diagnosis terhadap pasien dan kami telah membangun 520 pos diagnosis darurat di kota-kota penting.

"Tahap keempat adalah mendirikan pusat perawatan untuk pasien yang baru sembuh dari infeksi virus corona di kota-kota penting," jelasnya.

Brigjen Heidari menuturkan bahwa tahap terakhir adalah membangun rumah sakit lapangan di kota-kota padat penduduk.

Kementerian Kesehatan Iran dengan dukungan angkatan bersenjata sedang mempercepat proses diagnosis, melacak orang-orang yang pernah kontak dengan pasien corona, melakukan pemisahan, dan mengobati mereka yang positif corona. (RA)

Tags

Komentar