Mar 28, 2020 16:52 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei
    Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Iran Aktualita selama beberapa hari terakhir diwarnai berbagai isu di antaranya Rahbar namakan tahun 1399 Hs, Tahun Lonjakan Produksi.

Selain itu, Sikap Resmi Iran Menanggapi Tawaran Bantuan AS, Rouhani: Semua Negara harus Bersatu Lawan Covid-19, Zarif dan Lavrov Bahas Corona dan Sanksi AS dan 11.133 Pasien Covid-19 di Iran Sembuh.

Rahbar Namakan Tahun 1399 Hs, Tahun Lonjakan Produksi

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menamakan tahun 1399 Hs sebagai tahun Lonjakan Produksi dan mengatakan, lonjakan produksi harus mampu memberi perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.

Ayatullah Khamenei pekan lalu di pesan tahun baru Nowruz 1399 Hs seraya mengisyaratkan hari pertama tahun baru yang bertepatan dengan kesyahidan Imam Musa bin Ja'far as, mengucapkan salam dan pujian kepada beliau dan seraya mengucapkan selamat hari Mab'ats (Hari diangkatnya Muhammad sebagai Nabi) dan hari raya Nowruz kepada seluruh bangsa khususnya keluarga para syuhada dan veteran perang, para jihadis di sektor kesehatan serta seluruh pejabat yang bekerja keras, menetapkan tahun ini sebagai tahun Lonjakan Produksi.

Tahun 1399 Hs, Tahun Lonjakan Produksi

Seraya mengucapkan belasungkawa dan selamat kepada keluarga syuhada tahun 1398 Hs termasuk keluarga syuhada pembela Haram dan perbatasan khususnya Syahid Letjen Qasem Soleimani, Syahid Abu Mahdi al-Muhandis dan rekan-rekannya serta syuhada peristiwa Kerman, syuhada di insiden jatuhnya pesawat terbang, dan syuhada salomat (para dokter dan perawat yang meninggal akibat Corona), menyebut tahun 1398 Hs sebagai tahun penuh pergolakan bagi bangsa Iran.

Rahbar mengingatkan, "Tahun lalu diawali dengan bencana banjir dan ditutup dengan Corona serta sepanjang tahun juga terjadi beragam peristiwa seperti gempa bumi dan sanksi. Namun puncak dari peristiwa ini adalah kejahatan terorisme AS dan gugurnya jenderal terkenal Iran dan Islam, Syahid Soleimani."

Beliau menyebut ujian tahun 1398 Hs sebagai ujian terberat dan seraya menekankan bahwa tidak ada bangsa yang akan mencapai apa pun dengan kenyamanan dan kemakmuran murni mengatakan, "Mengalahkan kesulitan dan melewatinya dengan penuh semangat akan membuat sebuah negara semakin kuat dan meraih otoritas serta kredibilitas. Sama seperti bangsa Iran yang sampai saat ini mengalahkan kesulitan dengan bentuk ini dan untuk selanjutnya juga sama."

"Sanksi terhadap Iran sampai kini di samping kerugiannya, juga membawa keuntungan dan memaksa Kita untuk mempersiapkan kebutuhan hidup dan kebutuhan negara melalui kemampuan dalam negeri. Dan Insyaallah, gerakan yang sangat berharga ini akan terus berlanjut," tegas Ayatullah Khamenei.

Lebih lanjut Ayatullah Khamenei menjelaskan, "Tahun lalu adalah tahun sulit dan kesulitan masyarakat juga tidak kecil, namun di samping kesulitan ada kebanggaan dan bangsa Iran benar-benar bersinar."

Seraya meringkas pidatonya terkait kebutuhan pasti negara atas produksi, menamakan tahun 1399 Hs sebagai tahun Lonjakan Produksi dan kepada pejabat menekankan, "Bertindaklah sedemikian rupa sehingga dengan lonjakan produksi, akan ada perubahan terasa di kehidupan masyarakat."

Sikap Resmi Iran Menanggapi Tawaran Bantuan AS

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, mengatakan pemerintah AS berulang kali menyampaikan kalau mereka siap membantu Iran memerangi wabah virus Corona, namun pengalaman menunjukkan bahwa AS tidak dapat dipercaya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Pekan lalu, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyampaikan pidato via televisi mengenai peringatan Hari Mab'as (Pengutusan Rasulullah Saw) dan perayaan Tahun Baru Nowruz.

Mengenai statemen para pejabat AS yang mengaku siap membantu peralatan medis dan obat-obatan ke Iran, Rahbar menandaskan, "Pertama, mereka sendiri menghadapi kekurangan parah obat-obatan dan peralatan untuk merawat pasien Corona. Kedua, AS sendiri dituduh memproduksi virus Corona, ketika ada tuduhan seperti ini, bisakah orang bijak memercayai mereka?"

Rahbar menganggap para pejabat Amerika sebagai pendusta dan teroris. AS sama sekali tidak dapat dipercaya, karena mungkin saja obat yang mereka kirimkan justru akan memperparah penyebaran virus ini di Iran atau membuatnya kebal.

Ada banyak informasi yang menyebutkan bahwa AS terlibat dalam memproduksi virus Corona, setelah wabah ini menyebar luas di Cina dan kemudian Iran. Para pejabat Cina menuding AS telah memproduksi dan menyebarkan virus mematikan ini.

Rouhani: Semua Negara harus Bersatu Lawan Covid-19

Pekan lalu, Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan, penyebaran virus Corona (Covid-19) telah berubah menjadi isu global, oleh karena itu semua negara dan bangsa harus bersatu untuk melawan virus ini.

Hal itu disampaikan Rouhani dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Tunisia, Kais Saied pada hari Senin (23/3/2020). Rouhani menyampaikan selamat atas Hari Nasional Tunisia dan juga terpilihnya Kais sebagai presiden baru negara ini. "Hari ini melindungi nyawa dan melawan virus ini memerlukan langkah dan kerja sama universal di dunia," ujarnya.

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani

Dia menambahkan, Amerika Serikat yang sedang menghadapi kondisi sulit atas penyebaran virus Corona (Covid-19) di negara ini masih melanjutkan sanksi kejam terhadap rakyat Iran, dan bahkan meningkatkannya. "Mencegah pengiriman obat-obatan, bantuan kemanusiaan dan hubungan dan interaksi perbankan Iran untuk menyediakan keperluan masyarat bertentangan dengan hukum humaniter dan aturan PBB," imbuhnya.

Negara-negara dunia, lanjut Rouhani, harus mengecam langkah anti-kemanusiaan yang dilakukan AS. "Tunisia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB memiliki kewajiban untuk mengambil langkah dalam konteks perlawanan masyarakat dunia terhadap sanksi-sanksi kejam dan anti-kemanusiaan," tegasnya.

Rouhani menyebut perluasan hubungan dan kerja sama regional dan internasional antara Iran dan Tunisia serta upaya kedua negara dalam kerangka perdamaian dan keamanan di kawasan dan pembelaan terhadap rakyat tertindas Palestina, sebagai penting.

Sementara itu, presiden baru Tunisia memuji dan mengapresiasi posisi tegas Iran dalam menanggapi isu-isu regional, internasional dan Dunia Islam. "Perluasan hubungan dan kerja sama yang komprehensif dengan Iran dan penguatan hubungan bersejarah dan kuat kedua negara sangat penting bagi Tunisia," kata Kais Saied.

Presiden Tunisia juga mengecam sanksi ilegal AS terhadap Iran dan menegaskan bahwa dalam kondisi saat ini, PBB harus bertindak demi semua bangsa.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri mengatakan, pemberantasan virus Corona (Covid-19) memerlukan solidaritas dan tekad global.

Hal itu disampaikan Bagheri dalam sebuah pesan kepada Kepala Staf Angkatan Bersenjata Cina Li Zuocheng pekan lalu. Dia juga mengapresiasi bantuan Cina kepada Iran di sektor pengadaan alat medis untuk melawan Covid-19.

"Virus Corona  menempatkan negara dan bangsa pada ujian besar untuk mengukur level dan tingkat kepercayaan mereka dan kepatuhan terhadap prinsip etika dan perhatian pada persahabatan, dan menunjukkan peradaban dan budaya mereka," kata Bagheri dalam pesannya.

Dalam kondisi saat ini, lanjut Bagheri, pandangan kemanusiaan Cina telah mendapatkan pujian dari masyarakat dunia meskipun rakyat negara itu sendiri sedang dalam menghadapi virus berbahaya tersebut. Sebelumnya, pemerintah, rakyat dan perusahaan-perusahaan Cina mengirim bantuan medis kepada Iran untuk melawan Covid-19.

Sebelum Covid-19 menular ke Iran, pemerintah Tehran mengirim bantuan kepada Cina yang terdiri dari peralatan medis dan tiga juta masker. Iran juga mengirim bantuan kemanusiaan lainnya dan menyampaikan simpati kepada rakyat dan pemerintah Cina.

Zarif dan Lavrov Bahas Corona dan Sanksi AS

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dan Rusia pekan lalu di kontak telepon membahas penyebaran wabah Corona di dunia dan sanksi Amerika terhadap Iran.

Mohammad Javad Zarif dan Sergei Lavrov

Mohammad Javad Zarif dan Sergei Lavrov di kontak telepon ini membicarakan kondisi saat ini dan dampak virus Corona di kedua negara dan dunia khususnya upaya Iran menanggulangi wabah ini ketika Tehran disanksi Washington, transformasi politik di Afghanistan dan upaya internasional melawan sanksi sepihak AS terhadap berbagai negara.

Menlu Rusia di kontak ini menjelaskan, Moskow secara tegas meminta Washington mencabut sanksi tak manusiawi yang menghalangi upaya penanggulangan penuh pemerintah terhadap Corona. Lavrov juga menegaskan tekad Rusia untuk memperluas hubungan di segala bidang dengan Republik Islam Iran.

Sementara itu, Zarif selama beberapa hari terakhir, menyusul wabah Corona, menggelar lobi dengan sejumlah sejawatnya dan meminta mereka untuk tidak mengiringi sanksi ilegal Amerika terhadap Iran.

Zarif sebelumnya juga melakukan kontak dengan menlu Perancis, Indonesia, Swedia, Afrika Selatan, Inggris, Cina, Serbia, Kroasia, Swiss, Pakistan, Kuwait, Republik Azerbaijan, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Austria, Norwegia, Kenya, Nigeria, Bulgaria, serta Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell.

Baru-baru ini, Zarif di cuitan Twitternya seraya menjelaskan bahwa Iran memiliki interaksi dekat dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam melawan Corona menulis, kerja sama global dan regional untuk melawan virus ini sangat penting.

11.133 Pasien Covid-19 di Iran Sembuh

Juru bicara Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran Kianoush Jahanpour pada hari Jumat siang mengatakan, hingga sekarang 11.133 pasien yang terinfeksi virus Corona (Covid-19) di Iran telah sembuh dan diizinkan pulang.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran Kianoush Jahanpour

"Sejak Kamis siang hingga hari ini (Jumat siang), berdasarkan hasil laboratorium, ada 2.926 pasien baru yang terinfeksi virus Corona, sehingga jumlah total pasien yang terinfeksi virus ini menjadi 32.332 orang," kata Jahanpour.

Dia menambahkan, sayangnya selama 24 jam lalu, 144 pasien yang terinfeksi virus Corona di Iran meningal dunia, sehingga jumlah total yang meninggal dunia akibat virus ini hingga sekarang mencapai 2378 orang.

Iran telah menerapkan Social Distancing di seluruh negeri pada Jumat pagi ini untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Tags

Komentar