Mar 28, 2020 18:03 Asia/Jakarta
  • Presiden Hassan Rouhani
    Presiden Hassan Rouhani

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, untuk pencegahan virus Corona, program jaga jarak sosial di Iran harus diberlakukan dengan teliti.

Hassan Rouhani Sabtu (28/03) di sidang staf nasional penanggulangan Corona di Tehran menambahkan, keputusan jaga jarak sosial akan berlanjut hingga 8 April 2020.

"Seluruh rakyat dan lembaga eksekutif di Iran harus memiliki kerja sama untuk melawan Corona," papar Rouhani.

Presiden Iran kembali menekankan, Iran sedang diboikot, tetapi dunia bertanya-tanya bagaimana negara yang boikot ini telah berhasil mengatasi virus mematikan ini.

Sejak ditemukannya kasus Corona di Iran, Tehran telah melaksanakan langkah pencegahan  dan pengobatan dengan bantuan angkatan bersenjata serta seluruh instansi terkait dan saat ini proses karantina dan pengobatan penderita Corona dilaksanakan cepat dengan kerja sama seluruh lapisan masyarakat.

Program jaga jarak sosial dengan tujuan membantu mata rantai penyebaran Corona dengan mengurangi kontak, larangan berkumpul dan keluar rumah tanpa keperluan mendesak di Iran mulai diberlakukan sejak Jumat dini hari (27/03).

Corona yang juga dikenal COVID-19 untuk pertama kalinya ditemukan akhir tahun 2019 di kota Wuhan, Cina.

Virus ini kini selain di Cina juga telah merambah ke 199 negara dunia termasuk Republik Islam Iran.

Sampai saat ini lebih dari 600 ribu orang di dunia terinfeksi COVID-19 dan 27.417 meninggal.

Sementara di Iran hingga kini lebih dari 31 ribu orang terinfeksi Corona dan 2.378 meninggal serta 11.133 lainnya berhasil disembuhkan. (MF)

 

Tags

Komentar