Apr 01, 2020 13:56 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Permusuhan dan dendam kesumat para politikus Amerika Serikat terhadap bangsa Iran selama 40 tahun terakhir, selalu saja diulang.

Presiden Amerika, Donald Trump karena melangkah di jalan yang salah seperti juga para pendahulunya, mengira bisa menundukkan Iran dan memaksanya menyerah di bawah ancaman dan tekanan.

Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC dalam pernyataannya memperingati Yaumullah 12 Farvardin, atau Hari Republik Islam Iran, menegaskan strategi perlawanan aktif, dan pengembangan kapasitas pencegahan Iran.

Menurut IRGC, kesalahan terkecil musuh terhadap Iran, di manapun saja, akan menjadi kesalahan terakhir mereka. Pasdaran menegaskan, balasan tegas dan destruktif kubu Revolusi Islam akan sulit untuk dipercaya, bahkan tidak akan memberi waktu penyesalan kepada musuh.

Pengalaman membuktikan permusuhan Amerika terhadap Iran tidak pernah berhenti, karena hal itu merupakan bagian dari substansi imperialisme Amerika.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei di berbagai kesempatan saat menjelaskan target dan permusuhan Amerika, mengatakan bahwa Washington sedang mencari kesempatan untuk memaksakan kehendaknya pada bangsa Iran.

Pada kenyataannya, kalkulasi keliru telah membuat Amerika mengambil dan melaksanakan keputusan-keputusan yang salah. Keputusan itu membawa hasil yang jauh berbeda dari perhitungan dan harapan mereka.

Kesalahan kalkulasi ini menunjukkan bahwa musuh tidak mengenal dengan baik kemampuan rakyat dan negara Republik Islam Iran.

Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo menjustifikasi sanksi menindas Washington terhadap Tehran dengan mengatakan, Iran atas nama perang melawan Virus Corona, berusaha agar sanksi dicabut, dan asetnya bisa dicairkan.

Juru bicara Kemenlu Iran, Sayid Abbas Mousavi menimpali Pompeo dan menuturkan, pemerintah Amerika sama sekali tidak punya kredibilitas untuk mengeluarkan pernyataan terkait langkah Iran dalam memerangi Virus Corona.

Maousavi menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Amerika mengakui sedikitnya 9 trilyun dolar sudah dihabiskan di Asia Barat untuk menciptakan kekacauan dan ketidakamanan.

Ia menambahkan, biaya sebesar itu bisa digunakan Amerika untuk memenuhi kebutuhan para perawat negara itu akan peralatan medis, sehingga mereka tidak terpaksa menggunakan plastik sampah karena tidak punya Alat Pelindung Diri, APD, juga mencegah tangisan pasien di negara yang mengaku sejahtera dan membela hak asasi manusia itu.

Direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular Amerika, Dr. Anthony Fauci dalam wawancara dengan CNN memprediksikan pandemi Virus Corona di Amerika dapat menewaskan 100-200 ribu orang.

Kemarahan Amerika terhadap Iran memiliki akar yang dalam. Amerika beberapa kali mendapat pukulan telak dari Iran, dan hari ini di tengah semua sanksi, Washington harus menyaksikan kesuksesan, stabilitas dan perlawanan bangsa Iran di hadapan berbagai kesulitan.

Di tengah sanksi Ameirka, Iran mampu meraih sejumlah prestasi gemilang seperti produksi kit tes Corona, dan kemajuan dalam produksi obat anti-Corona, selain itu, membuat ventilator dan berbagai alat yang sangat dibutuhkan oleh pasien Corona, juga upaya mengalahkan blokade pengetahuan untuk memproduksi alat-alat tersebut.

Semuanya merupakan keberhasilan para pakar Iran dalam rangka menurunkan dampak sanksi menindas Amerika terhadap bangsa Iran.

Atas dasar kemajuan-kemajuan inilah Jubir Kemenlu Iran kepada pejabat Gedung Putih mengatakan, seluruh institusi Republik Islam Iran dengan kerjasama rakyat, di tengah tekanan sanksi sepihak, menindas dan ilegal Amerika, bangkit melawan Virus Corona, dan akan berhasil melalui ujian berat ini dengan penuh kebanggaan dan kemenangan. (HS)

Tags

Komentar